Berusaha Bangkit, Rupiah Dibuka Menguat 11 Poin

Rupiah - ekonomi.bisnis.comRupiah - ekonomi.bisnis.com

JAKARTA – Setelah harus terkapar dalam beberapa sesi terakhir, rupiah mencoba bangkit pada Selasa (12/11) pagi. Menurut laporan Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.056 per dolar AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 53 poin atau 0,38% di posisi Rp14.067 per dolar AS pada Senin (11/11) kemarin.

Pada sesi sebelumnya, rupiah melemah pada hari kedua terhadap di tengah kehati-hatian soal pembicaraan perdagangan AS-China setelah Presiden AS, Donald Trump, membantah rencana pengurangan tarif . Pelemahan rupiah terjadi sejak pembukaan perdagangan Senin pagi kemarin, hingga penutupan.

“Koreksi rupiah pada perdagangan kemarin masih dalam area wajar. Kurs rupiah cenderung masih bergerak konsolidasi,” papar ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, dilansir Kontan. “Hari ini, kemungkinan rupiah masih cenderung akan melemah. Sebenarnya, tidak ada isu kuat yang menjadi penggerak saat ini, mungkin hanya faktor teknikal.”

Sementara itu, berdasarkan analisis CNBC Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini tampaknya akan menguat. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pada pukul 07.09 WIB, kurs mata uang Garuda terpantau berada di level Rp14.059 per dolar AS, dibandingkan Rp14.077 per dolar AS pada kemarin pukul 15.52 WIB.

NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot. Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal, NDF sebelumnya murni dimainkan oleh asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental Indonesia.

Bank Indonesia lantas membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah. Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Meski demikian, rupiah di pasar spot tidak perlu lalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

Loading...