Rupiah Bakal Lanjutkan Penguatan Usai BI Rate Turun dan Redupnya Pamor Dolar AS

Garuda mengawali perdagangan Jumat pagi (19/2) 17 poin atau 0,13 persen ke Rp13.520 per dolar AS. Kemudian menurut data Bloomberg Index pukul 08.35WIB, rupiah kembali melemah 35 poin atau 0,26 persen ke level Rp13.538 per dolar AS.

Meski begitu, terhadap dolar AS sepanjang perdagangan hari ini diprediksi . Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen yang diumumkan Kamis (18/2) kemarin diyakini mampu mendongkrak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Penurunan suku bunga biasanya akan direspon negatif oleh pergerakan valasnya,” jelas Kepala Riset PT NH Securities, . “Kami memperkirakan rupiah akan berada di level Rp13.485 hingga Rp13.300 per dolar AS.”

Pendapat senada diungkapkan Ekonom , Josua Pardede. Meski pemangkasan BI rate sempat menahan laju penguatan rupiah pada perdagangan Kamis kemarin, namun mata uang Garuda cukup diuntungkan lantaran posisi dolar AS juga dalam tekanan.

“Efek negatif pemangkasan suku bunga hanya bersifat jangka pendek, dan secara keseluruhan akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia,” kata Josua. “Selain itu, pamor dolar AS juga sedang meredup imbas spekulasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada Maret mendatang.”

Di sisi lain, sentimen dari eksternal diperkirakan bakal menguntungkan rupiah. Seperti diketahui, Amerika Serikat akan merilis data klaim pada Jumat malam WIB, yang diperkirakan lebih besar. “Rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga 13.400 per dolar AS,” pungkas Josua.

Loading...