Rupiah Bakal Kembali Menggeliat Usai Suku Bunga The Fed Tetap

diprediksi bakal kembali menggeliat sepanjang perdagangan Kamis (17/3). Anjloknya indeks dolar AS usai acuan The Fed diputuskan tetap dan kembali naiknya minyak dunia akan menjadi sentimen pendorong laju mata uang Garuda hingga akhir perdagangan.

Bloomberg Index melaporkan pada perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka 161 poin atau 1,21% ke Rp13.106 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terapresiasi 114 poin atau 0,86% ke Rp13.153 per dolar AS pada pukul 08.34 WIB. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau 0,15% ke 95,747 pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB.

Indeks dolar AS langsung anjlok usai meeting memutuskan tingkat suku bunga The Fed tetap. Petinggi The Fed memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 0,25% hingga 0,50%. Namun, median proyeksi suku bunga akhir tahun dari para anggota turun menjadi 0,875%.

“Melemahnya dolar AS dan positifnya harga minyak dunia akan mendorong penguatan rupiah hari ini,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Harapan pemangkasan hari ini juga bisa memberikan sentimen positif.”

Untuk patokan AS, harga minyak WTI (West Texas Intermediate) pengiriman April naik 5,8% menjadi 38,46 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, untuk patokan Eropa, harga minyak North Sea pengiriman Mei naik 4,1% ke posisi 40,33 dolar AS per barel di perdagangan London.

Ditambahkan Rangga, indeks dolar AS juga diperkirakan lemah terhadap kurs sepanjang perdagangan hari ini. “Sore nanti ditunggu inflasi Zona yang diprediksi stabil di bawah 0% YoY,” pungkasnya.

Loading...