Rupiah Bakal Bergerak Positif Meski Harga Minyak Kembali Turun

Pada perdagangan Rabu (24/2), menurut data Bloomberg Index, rupiah dibuka melemah 16 poin atau 0,12 persen ke Rp13.444 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terperosok 20 poin atau 0,15 persen ke Rp13.448 per dolar AS pada pukul 09.13 WIB. Meski begitu, sepanjang perdagangan hari ini rupiah diprediksi bergerak positif meski dunia kembali turun.

“Penurunan harga minyak mentah dunia tidak menghalangi laju rupiah untuk bergerak positif,” papar Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Bahkan, pelemahan di saham pun juga tidak menghambat pergerakan rupiah untuk melanjutkan penguatan.”

Pasalnya, dilanjutkan Reza, terapresiasinya dolar AS usai merespon pelemahan harga minyak mentah dunia, tampaknya diimbangi oleh penguatan dan swissfranc, seiring adanya permintaan terhadap aset-aset haven. Seperti diketahui, harga minyak pada perdagangan kemarin ditutup terpeleset 4,55 persen ke 31,87 dolar AS per barel.

“Yen dan swissfranc yang masih bergerak positif, seiring masih berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah dunia, memberikan ruang bagi laju rupiah untuk bergerak positif,” sambung Reza. “Pergerakan terhadap dolar AS hari ini akan berada pada kisaran Rp13.389 hingga Rp13.421 per dolar AS.”

Kemungkinan menguatnya rupiah pada perdagangan hari ini juga dikatakan Analis Teknikal Bahana Securities, Muhammad Wafi. “Pada perdagangan Selasa (23/2), rupiah ditutup menguat ke level Rp13.428 per dolar AS. Hari ini, diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp13.325-Rp13.575 per dolar AS dengan kecenderungan menguat,” jelasnya.

Loading...