Rupiah Anteng di Zona Merah, Investor Lancarkan Aksi Profit Taking

Jakarta – Nilai tukar ditutup 29 poin (0,22%) di posisi Rp 13.188 per AS pada akhir Selasa (3/5). Performa mulai loyo sejak paruh waktu perdagangan sesi pertama.

Semula, Rupiah tampak perkasa di awal perdagangan . Rupiah mengawali perdagangan sesi I pada Selasa pagi di level Rp 13.124 per dolar AS, yakni menguat 35 poin atau 0,27% dari posisi di hari sebelumnya.

Namun secara tiba-tiba Rupiah berbalik arah ke zona merah pada pukul 10.05 WIB. Mata uang Garuda langsung merosot hingga minus 6 poin (0,05%) di level Rp 13.165/ pada saat itu.

Hingga akhir perdagangan sesi pertama, Rupiah tercatat masih melemah 18 poin (0,14%) di level Rp 13.177 per dolar AS. Pelemahan terjadi ketika Dolar AS ditransaksikan beragam di spot.

Merespon gerak kurs Rupiah yang masih negatif, para pemodal asing melancarkan aksi profit taking terhadap -saham besar dan menarik dananya dalam jumlah yang cukup masif.

Net sell pada pertengahan hari terhitung mencapai Rp 285 miliar. Meski begitu, laju IHSG tampak tak terpengaruh dan tetap melanjutkan penguatan sebesar 0,4% di angka 4805.

Jelang penutupan perdagangan, Rupiah masih tak beranjak dari zona merah. Tercatat pukul 14.32 WIB, Rupiah masih berada di level Rp13.172 per dolar AS, yakni melemah 13 poin (0,1%). Rupiah tak banyak menunjukkan perlawanan hingga akhirnya ditutup pada level Rp 13.188/USD.

Loading...