Rupiah Anjlok, BBM di luar wilayah Jawa-Madura-Bali Naik Lagi

BBM naik lagiTepat pada hari Sabtu (29/3) kemarin, telah kembali menaikkan harga bersubsidi jenis Premium dan Solar yang masing-masing mengalami kenaikan harga Rp 500 per liternya. Namun, kenaikan harga ini tidak berlaku untuk harga di pulau Jawa, Madura, dan Bali yang tidak mengalami kenaikan.

Menurut Wakil Presiden yang diwawancara pada pagi ini (29/3), kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut murni disebabkan oleh yang . “Kita tahu Rupiah sekarang masih (berada di posisi) Rp 13.000 lebih per AS, (oleh karena itu) minyak juga lagi,” ujar Jusuf Kalla saat diwawancara oleh awak media pada hari ini. Masih Menurut Jusuf Kalla, kenaikan ini tentu memiliki 2 konsekuensi dampak positif dan negatif.

Sebelumnya, Wianda Pusponegoro selaku VP Corporate Communication Pertamina juga pernah menjelaskan bahwa harga indeks dunia untuk kategori gasoline (Premium) dan gasoil (Solar) mengalami peningkatan signifikan selama periode akhir Januari hingga akhir Maret 2015 ini.

Berdasarkan data Pertamina, harga indeks pasar dunia untuk Premium meningkat sebesar 13%, sedangkan Solar meningkat 9% sepanjang periode tersebut yang dipicu oleh merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar sebanyak 3,4%. “Sehingga ketika di-Rupiahkan, harga indeks pasar dunia untuk Premium dan Solar masing-masing telah meningkat sebesar 17% dan 13%.” Kata Wianda menjelaskan.

Berikut ini kenaikan BBM dari Kementrian ESDM:

  • Harga Solar naik dari Rp 6.400/liter menjadi Rp 6.900/liter.
  • Harga Bensin Premium RON 88 naik dari Rp 6.800/liter menjadi Rp 7.300/liter (harga di luar Jawa-Madura-Bali) dan Rp 7.400/liter (Harga di Jawa-Madura-Bali).
  • Harga Minyak Tanah dinyatakan tetap, yaitu Rp. 2.500/liter (termasuk PPN)
Loading...