Rudal Korut Kembali ‘Menghantui’ Dolar, Rupiah Melonjak 26 Poin

Kekhawatiran mengenai aksi rudal Korea Utara kembali menekan dolar di Asia sehingga membuat kembali menguat pada perdagangan Kamis (7/9) ini. Menurut Index pukul 15.57 WIB, NKRI bahkan mampu memungkasi transaksi hari ini dengan lonjakan sebesar 26 poin atau 0,19% ke level Rp13.307 per dolar AS.

Pada perdagangan Rabu (6/9) kemarin, rupiah ditutup naik 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.333 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, mata uang Garuda sempat mengawali transaksi dengan pelemahan tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.335 per dolar AS. Lalu, sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.307 hingga Rp13.333 per dolar AS.

Dari pasar , pergerakan indeks dolar AS kembali melemah setelah sempat membukukan rebound pada sesi dagang sebelumnya. Mata uang Paman Sam tersebut bergerak turun 0,082 poin atau 0,09% ke posisi 92,208 pada pukul 10.14 WIB, setelah sebelumnya dibuka di level 92,218 atau terdepresiasi sebesar 0,072 poin.

Pada perdagangan kemarin, mata uang greenback sempat rebound imbas kelegaan pasar seputar kesepakatan perpanjangan plafon utang AS. Presiden dan Kongres mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang dan mendanai pemerintah hingga 15 Desember mendatang, yang berpotensi menghindari default atas utang pemerintah AS.

Namun, rebound dolar AS tidak berlangsung lama karena berlanjutnya kekhawatiran atas tensi seputar aksi Korea Utara. Asia Business Daily beberapa waktu lalu sudah mengabarkan bahwa negara Kim Jong-Un tersebut telah mulai bergerak untuk kemungkinan meluncurkan rudal balistik antar-benua sebelum tanggal 9 September.

“Jika ancaman (geopolitik) bertahan dan pasar tetap resah mengenai Korea Utara, maka pergerakan dolar AS terhadap yen tetap berada dalam tekanan penurunan,” jelas pakar strategi pasar di Westpac Banking Corp., Imre Speizer. “Namun, ada penangguhan (pelemahan) sementara untuk dolar AS melalui kesepakatan utang dan pendanaan.”

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah di posisi Rp13.331 per dolar AS, terapresiasi 6 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.337 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tampil perkasa versus greenback, dengan penguatan tertajam menghampiri won Korea Selatan yang melambung 0,62%.

Loading...