Rudal Korut Bikin Cemas Pasar Asia, Rupiah Dibuka Melemah

Peluncuran rudal Utara ke Jepang menimbulkan kecemasan dan ketegangan di dan berimbas negatif pada . Menurut catatan Index, mata uang Garuda mengawali transaksi hari ini (29/8) dengan melemah 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.345 per AS. Sebelumnya, rupiah ditutup di posisi Rp13.340 per AS pada perdagangan Senin (28/8) kemarin.

Seperti dilaporkan BBC, Korea Utara baru saja menembakkan sebuah rudal di dekat ibukota Pyongyang yang melintasi wilayah udara Jepang dan jatuh di Samudera Pasifik di lepas pantai Pulau Hokaido. Militer Jepang tidak mengambil tindakan untuk menembak jatuh rudal tersebut, namun peringatan setempat sudah menyarankan warga sekitar untuk berhati-hati meski tidak ada kerusakan yang dilaporkan.

Korea Utara banyak melakukan serangkaian uji coba peluncuran rudal, namun menembakkannya melintasi wilayah udara Jepang merupakan hal yang langka. Pada Jumat (25/8) dan Sabtu (26/8) lalu, negara itu juga meluncurkan tiga rudal jarak pendek ke arah samudera di timur wilayah Jepang. “Hal ini merupakan ‘ancaman yang tidak pernah terjadi sebelumnya’,” ujar Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Rudal yang kembali diluncurkan Korea Utara ini sontak menimbulkan ketegangan dan kecemasan di market kawasan Asia. Berdasarkan data Reuters, yen langsung melompat 0,08% ke level 108,33 per dolar AS, atau level tertinggi sejak bulan April lalu. Mata uang itu memang kerap menjadi aset yang paling diuntungkan ketika terjadi ketegangan geopolitik dan tekanan finansial karena Jepang adalah negara kreditur terbesar di dunia.

Di sisi lain, minyak mentah dunia kembali berakhir melemah yang mungkin bisa menjadi sentimen negatif lainnya bagi pergerakan rupiah. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Oktober ditutup turun 1,30 dolar AS ke level 46,57 dolar AS per barel, sekaligus menjadi level terendah dalam lima minggu terakhir.

Harga minyak melemah karena adanya bencana banjir dari badai tropis Harvey di Texas yang menyebabkan penutupan kilang-kilang utama. Badai Harvey telah membanjiri -kota di AS dan menyebabkan kilang ditutup, sekaligus mengakibatkan berkurangnya output minyak mentah dan kondensat di Texas hingga 2,26 juta barel per hari.

Loading...