Risiko Perang Dagang Tekan Dolar, Rupiah Justru Berakhir Lesu

rupiah melemah 14

Kekhawatiran mengenai perang membuat indeks bergerak melemah pada perdagangan Kamis (15/3) ini, namun gagal dimanfaatkan untuk naik ke area hijau. Menurut data Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup hari ini dengan pelemahan sebesar 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.749 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat berakhir menguat 18 poin atau 0,13% di posisi Rp13.734 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (14/3) kemarin. Namun, mata uang NKRI harus berbalik melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.741 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari, spot praktis harus rela berkubang di area merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah pada Kamis, terutama terhadap yen Jepang, Dolar menyentuh level terendah satu minggu terhadap yen pada hari Kamis, karena kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan global mengurangi daya tarik aset berisiko. Mata uang Paman Sam tersebut melemah 0,038 poin atau 0,04% ke level 89,666 pada pukul 11.04 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, kekhawatiran masih melanda pelaku pasar dengan peningkatan proteksionisme di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, dengan Paman Sam telah jatuh pada hari Rabu setelah Trump berusaha menerapkan tarif impor baru terhadap . Pemerintahan Trump menekan untuk mengurangi surplus perdagangan mereka dengan AS sebesar 100 miliar dolar AS.

“Ketakutan akan perang dagang yang meningkat dengan China membuat pasar global tertekan, sehingga investor lebih memilih sikap defensif,” ujar kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura, Stephen Innes, dalam sebuah catatan. “Dengan latar belakang ini, aset safe haven, seperti yen, telah mendapat dukungan.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.748 per dolar AS, terdepresiasi 9 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.739 per dolar AS. Di saat yang bersamaan , mayoritas mata uang Asia tidak berkutik versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,22% menghampiri ringgit Malaysia.

Loading...