Risalah The Fed Dovish, Rupiah Melenggang di Zona Hijau

Rupiah - ekbis.co.idRupiah - ekbis.co.id

Risalah The Fed yang dianggap dovish serta rencana Donald Trump untuk memberlakukan pada mobil membuat indeks AS tertekan, sekaligus memberikan jalan untuk rupiah bergerak nyaman di area hijau sepanjang Kamis (24/5) ini. Menurut paparan Index pukul 15.36 WIB, Garuda terpantau menguat 76 poin atau 0,53% ke level Rp14.133 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat berakhir melemah 67 poin atau 0,47% di posisi Rp14.209 per dolar AS pada perdagangan Rabu (23/5) kemarin. Namun, mata uang NKRI mampu bangkit dengan dibuka menguat 17 poin atau 0,12% ke level Rp14.192 per dolar AS pada pagi tadi. Setelah itu, spot relatif bergerak nyaman di teritori hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp14.205 per dolar AS, melorot 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.192 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,55% dialami yen Jepang, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,20% menghampiri peso Filipina.

Dari , indeks dolar AS kehilangan momentum pada hari Kamis, setelah hasil pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve dinilai dovish, ditambah ancaman Presiden AS, Donald Trump, untuk memberlakukan tarif baru pada mobil impor. Mata uang Paman Sam terpantau turun 0,146 poin atau 0,16% ke level 93,857 pada pukul 11.23 WIB.

Seperti dikutip dari Reuters, dalam risalah rapat yang dirilis Kamis pagi WIB, sebagian besar pembuat kebijakan tampaknya berpikir akan menoleransi kenaikan inflasi untuk sementara waktu. Selain itu, Federal Reserve juga mengindikasikan untuk tidak terburu-buru dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan mereka.

Menurut ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ayako Sera, pasar saham AS tampaknya menyukai bahwa tersebut tidak terlalu hawkish. Sementara, chief fixed income strategist di Daiwa Securities, Toru Yamamoto, menuturkan bahwa risalah itu berarti bahwa The Fed bisa dikatakan telah menurunkan suku bunga sebanyak 5 basis poin.

Penurunan yang dialami greenback diperparah dengan kabar bahwa Trump tampaknya telah membuka sebuah front baru dalam perang dagang dengan mempertimbangkan tarif anyar, kali ini pada mobil. Rencana tersebut meluncur beberapa hari setelah Washington setuju untuk menunda rencana memberlakukan tarif senilai 150 miliar dolar AS untuk barang dari China.

Loading...