Ringgit Terpuruk, Pemerintah Indonesia Harus Ambil Sikap

Gejolak politik dan Ekonomi di Malaysia tampaknya harus disikapi secara bijak oleh Pemerintah Indonesia. Keterpurukan terhadap Amerika bakal merembet efeknya ke Indonesia jika tak segera diantisipasi oleh Pemerintah kita.

David Sumual selaku Ekonom turut berkomentar menyikapi Anjloknya nilai tukar Ringgit. Menurut David, Indonesia yang berada di kawasan yang berdekatan dengan Malaysia dikhawatirkan juga akan terkena persepsi negatif para asing. “Jadi Indonesia dan Malaysia berada dalam satu kawasan , ketika fund manager asing menganggap ASEAN kurang baik maka mereka dapat mengurangi bobot investasi di kawasan ASEAN terutama di saham dan obligasi. Memang tidak semua fund manager seperti itu, jadi harapannya fund manager lain masih tetap investasi,” ujar David saat dihubungi oleh awak media, pagi ini (30/8).hitung-rupiah

Sebelumnya, Ringgit ditutup pada level 4,2135 per Dolar AS pada perdagangan Jumat lalu (28/8). Ringgit juga sempat menyentuh level terendah 4,2430 pada pembukaan perdagangan di hari Senin (24/8). Anjloknya posisi Ringgit ini pernah terjadi pada 17 tahun silam. Menurut David, sentimen eksternal yang satang dari kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) dan devaluasi berdampak sangat besar pada berkembang, termasuk . “Ada dugaan korupsi Malaysia Najib Razak terutama soal 1 Malaysia Development Berhad. Sentimen ini rentan terhadap mata uang termasuk Ringgit,” jelasnya.

David mengharap agar pemerintah dapat mempertahankan sentiment positif di Indonesia, dengan begitu kepercayaan investor untuk tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia akan tetap terjaga. “Pemerintah harus segera cepat menyiapkan langkah-langkah dan menciptakan kepercayaan. Sejumlah peresmian pembangunan proyek infrastruktur seperti PLTU Batang dan nanti ada Sarula itu dapat membangkitkan optimisme ke depan,” pungkasnya.

Loading...