Ringgit Jatuh ke Level Terendah 4,46 Terhadap Dolar AS

Kuala Lumpur Malaysia jatuh ke 4,46 terhadap dolar pada Jumat (25/11) yang merupakan level terendah sejak September 2015, meski Malaysia melakukan upaya untuk menstabilkan .

Mata uang Malaysia kehilangan lebih dari 1% pekan ini dengan kekhawatiran dana asing yang keluar semakin banyak. Dolar telah menguat hampir 6% sepanjang bulan ini, seiring meningkatnya harapan kenaikan acuan AS dalam waktu dekat berikut data terbaru yang menunjukkan penguatan .

Bank Malaysia mengatakan jika pelemahan ringgit terjadi akibat kontrak perdagangan mata uang berjangka dan pada hari Minggu meminta lembaga keuangan onshore untuk menahan diri dari memfasilitasi transaksi ringgit. Langkah ini adalah untuk melindungi bunga dari sektor riil dan investor asli di pasar .

Bank Negara Malaysia sendiri pekan lalu telah melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menstabilkan ringgit. “Bahkan sebelum pengumuman, bank sentral telah muncul untuk membeli ringgit tapi intervensi itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia,” ujar salah satu pedagang mata uang asing di Singapura, mengacu pada langkah Indonesia yang sampai menurunkan suku bunga hingga 6 kali tahun ini.

Ringgit jatuh ke level terendah dalam 17 tahun terhadap dolar AS pada bulan September 2016, mencapai 4,48 akibat ketidakstabilan politik, jatuhnya harga komoditas, dan prospek kenaikan suku bunga AS.

Capital Economics mengatakan dalam risetnya bahwa Malaysia lebih khawatir untuk mendukung mata uang yang lemah dibanding meningkatkan perekonomian yang lesu. Bank sentral membiarkan suku bunganya tetap di angka yang sama pada Rabu lalu.

Loading...