Ringgit Jatuh akibat Lesunya Permintaan akan Minyak

ringgit-020813_840_561_100Sebagian besar mata uang negara-negara di bergerak menguat pada hari ini (11/12) dikarenakan Dolar Amerika sedang melemah akibat pergerakan luas dari para yang mengambil keuntungan menjelang akhir tahun, sementara Ringgit Malaysia malah melemah setelah OPEC mengutarakan rencana untuk memangkas proyeksi minyak global tahun depan.

Ringgit setelah OPEC mengatakan pada hari kemarin (10/12), bahwa permintaan global untuk minyak mentah pada tahun 2015 diperkirakan akan jatuh ke level terendah selama 1 dekade terakhir dan jauh di bawah arus normalnya. Investor mengkhawatirkan minyak yang rendah dapat menggagalkan transaksi yang berjalan di Malaysia dan malah menimbulkan defisit fiskal bagi negara-negara eksportir minyak bersih.

Beberapa analis dan pedagang melihat penurunan nilai tukar Ringgit baru-baru ini sebagai suatu efek yang berlebihan. “Kami melihat adanya yang berlebihan terhadap Ringgit, tetapi kami juga tidak menganjurkan untuk tidak melakukannya karena sentimen terhadap Ringgit Malaysia kemungkinan tetap lemah dalam jangka pendek,” kata ANZ dalam catatan kliennya.

Data terbaru menunjukkan bahwa Ringgit hari ini dibuka melemah terhadap Dolar AS pada awal perdagangan pagi ini (11/12) dikarenakan lesunya permintaan. Pada pukul 09.25 (waktu Kuala Lumpur), ringgit tercatat berada pada posisi RM 3,4940/USD, sedikit melemah dibandingkan dengan kemarin, yaitu RM 3,4770/USD yang tercatat pada pukul 05.00 Waktu Setempat. Selain itu Ringgit juga tercatat melemah terhadap Dolar singapura dari kemarin berada di RM 2,6469/ menjadi RM 2,6647/ pada hari ini, serta terdepresiasi terhadap , Poundsterling, dan Euro.

Loading...