Ringgit, Dolar Singapura, dan Rupiah Menguat Tajam di sesi Penutupan

dolar-rupiah berhasil mempertahankan posisinya di teritori hingga tiba sesi penutupan sore ini (22/4). Rupiah terpantau bertahan di level Rp 12.896,30 perDolar, menguat sejauh 58,70 basis poina atau sebanyak 0,45% dari posisinya pada sesi penutupan kemarin, yaitu Rp 12.955/Dolar.

Rupiah, bersama Ringgit, dan Dolar Singapura paling tajam di antara mata uang Asia lainnya. Menurut pantauan Bloomberg atas 11 mata uang Asia, 9 mata uang bergerak menguat, 1 mata uang melemah, dan 1 mata uang stagnan di posisinya. Ringgit memimpin dengan penguatan sejauh 0,71%; diikuti oleh Dolar Singapura yang naik setinggi 0,59%, dan Rupiah di posisi ke-3 yang terapresiasi sebesar 0,45%. Sementara India malah terdepresiasi sejauh 0,13%, dan Peso Filipina masih tetap di posisi yang sama. Penguatan sejumlah mata uang Asia ini sebagai imbas dari jatuhnya indeks Dollar sejauh 0,43% ke posisi 97,582 yang tercatata pada pukul 15.56 WIB.

Sejalan dengan dengan kurs Rupiah, juga ditutup pada teritori positif. Indeks bursa Indonesia ditutup pada posisi 5437,12. IHSG mengalami peningkatan luar biasa tajam dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan di hari kemarin yang tersangkut pada level 5460,57.

Analis dari Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap pada perdagangan selanjutnya akan dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar Dolar dan kinerja bursa saham. Minyak mentah yang masih berpotensi untuk naik dinilai dapat memberikan sentimen negatif lanjutan bagi pergerakan Rupiah.

Loading...