Rilis Paket Kebijakan Ekonomi dari Presiden Ditanggapi Dingin oleh Investor

Presiden umumkan paket kebijakan ekonomi di pasar spot lagi-lagi ditutup melemah pada akhir sore ini (10/9). terjerembab 71 basis poin atau setara 0,50% hingga berakhir ke level Rp 14.333 per AS. Pelemahan Rupiah kali ini telah mencetak terendah paling baru sejak 1998. Pada pergerakannya hari ini, Rupiah sempat turn-naik pada kisaran level Rp 14.262 per Dolar AS hingga Rp 14.364 per Dolar AS.

Anjloknya Rupiah pada sore hari ini dinilai sebagai dampak reaksi negatif atas paket kebijakan ekonomi yang telah dirilis oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Indeks mencatat bahwa Rupiah telah dibuka melemah sejauh 18 poin pada level Rp 14.280/USD pada sesi awal perdagangan pagi.

Hal senada juga terjadi pada Indeks Gabungan () yang terpantau melemah, meski tipis. diketahui melemah 4,02 poin (setara 0,1%) ke posisi 4.343. Saham unggulan LQ45 turun 0,74 poin, sementara JII naik tipis sebanyak 2,07 poin ke posisi 577. Hampir semua sektor bergerak mixed dengan penguatan tertinggi dipegang oleh sektor infrastruktur yang menguat 9,76 poin di posisi 879. Sedangkan sektor perkebunan anjlok paling parah, yakni sebesar 51,83 basis poin.

Volume perdagangan saham di sore ini terpantau sejumlah 3,5 miliar lembar saham dengan nilai total 3,5 triliun Rupiah. Tercatat ada 122 saham yang menguat, sedang sisanya 166 saham turun, 85 saham masih statis saja, serta 184 saham tidak muncul dalam perdagangan.

Loading...