Rilis Izin Baru, Jepang Targetkan Tarik 500 Ribu Pekerja Asing di 2025

Pekerja Jepang - japanesian.idPekerja Jepang - japanesian.id

TOKYO – Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada Selasa (5/6) waktu setempat mengumumkan rencana untuk menerima lebih banyak pekerja dari luar negeri sebagai solusi kekurangan domestik. Negeri Sakura pun telah menyiapkan bahasa dan langkah-langkah lain untuk memfasilitasi integrasi sosial asing dengan penduduk lokal.

Seperti diberitakan Nikkei, pemerintah Jepang berencana untuk membuat izin kerja baru pada bulan April tahun depan untuk lima sektor yang sangat kekurangan pekerja, termasuk konstruksi, pertanian, dan perawatan. Izin ini diharapkan bisa menarik lebih dari 500 ribu pekerja asing pada tahun 2025 mendatang, dengan membuka pintu bagi pekerja yang belum terampil, yang umumnya belum diberikan izin kerja.

Tokyo sendiri merencanakan dua jalur bagi pekerja asing yang ingin memperoleh izin baru. Pertama, mereka dapat menyelesaikan Program Praktik Kerja yang berlangsung selama lima tahun. Jalur lainnya adalah lulus ujian pada keterampilan teknis dan bahasa Jepang. Para pekerja harus dapat melakukan percakapan dasar dalam bahasa Jepang, meski mereka bekerja di bidang konstruksi maupun pertanian.

Keterampilan bahasa akan menjadi kunci untuk memastikan pekerja asing dapat menetap dengan lancar di Jepang. Pemerintah telah mengirim ahli ke pemerintah dan mensponsori kelas bahasa Jepang di bawah kebijakan tahun 2006 tentang warga asing. Pemerintah juga bisa bekerja dengan pengusaha untuk menyediakan peluang pendidikan.

Di samping itu, pemerintah berencana untuk merevisi undang-undang tentang sistem pajak dan ID jaminan sosial Jepang pada tahun depan sehingga angka-angka ini dapat digunakan untuk melacak status kerja warga asing di tersebut. Hal ini, misalnya, bisa membantu mencegah pekerja dipaksa untuk bekerja melebihi aturan yang berlaku.

Pemerintah berencana memasukkan rancangan izin kerja baru dalam kebijakan dan fiskal dasar untuk disetujui kabinet pada bulan ini. Sementara, untuk melegalkan undang-undang, minimal dilakukan pada musim gugur mendatang. “Kami akan dengan cepat membuat kerangka kerja untuk mendatangkan berbagai bakat dari luar negeri yang siap kerja dengan tingkat keterampilan dan keahlian tertentu,” tutur Abe.

Tenaga kerja Jepang mencapai sekitar 66 juta orang, dengan pekerja asing terhitung sekitar 1,27 juta orang, atau kira-kira satu dalam 50 orang, per akhir Oktober 2017. Populasi usia kerja di negara ini, yang didefinisikan sebagai usia antara 15 hingga 64 tahun, diperkirakan akan turun 15 juta orang antara tahun fiskal ini hingga fiskal 2040.

Loading...