Return Investasi Emas Menurun 28,26 Persen, Return Saham Meningkat

– Keuntungan (return) rata-rata investasi di Indonesia dalam hampir lima tahun terakhir sebesar 16,85 persen atau jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Pada periode itu hanya dua kali investasi tercatat negatif.

Data (BEI) mencatat, pertumbuhan investasi saham pada 2010 sebesar 46,13 persen, jauh melampaui produk investasi lainnya, yaitu pemerintah (8,47 persen), emas (29,67 persen), dan (6,58 persen). Namun, setahun kemudian atau 2011 keuntungan investasi saham turun drastis menjadi 3,20 persen, kalah oleh pemerintah (7,39 persen), emas (10,23 persen), dan deposito (6,46 persen). Pada 2012 investasi saham mulai bergairah lagi dengan return 12,94 persen dan kembali meraih predikat sebagai produk investasi dengan keuntungan tertinggi.

Catatan negatif investasi saham lantas terulang tahun lalu. Instrumen itu tercatat minus 0,98 persen alias rugi pada 2013. Sebaliknya, pada tahun yang sama obligasi pemerintah mencatat return 6,88 persen. bernasib sama, bahkan lebih parah daripada saham karena tercatat rugi alias minus 28,26 persen.

Tahun ini investasi saham kembali bergairah. Bersamaan dengan hadirnya presiden baru, keuntungan investasi saham sejak awal tahun sampai 5 September 2014 tercatat sebesar 22,97 persen. Angka itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan obligasi pemerintah (7,36 persen), emas (5,45 persen), dan deposito (6,92 persen).

BEI mencatat, secara rata-rata sepanjang 2010 sampai 5 September 2014 investasi saham masih memberikan keuntungan paling tinggi (16,85 persen) daripada obligasi pemerintah (7,36 persen), emas (4,81 persen), dan deposito (6,21 persen).

Corporate Secretary BEI Irmawati Amran mengatakan, pada intinya seluruh produk investasi yang ada di Indonesia bisa menjadi pilihan. Sebab, secara rata-rata seluruhnya positif. Meskipun saham menawarkan keunggulan lebih tinggi dan harus dipahami juga bahwa hal itu sejalan dengan risikonya yang juga lebih tinggi daripada produk investasi lainnya.

Irma mengatakan, ragam produk investasi memang tidak terbatas hanya yang terdapat di . Masih ada yang lain seperti properti maupun lain. “Meski begitu, masyarakat perlu memahami ragam produk investasi yang telah ada dan mewaspadai di antaranya banyak penipuan berkedok investasi,” tutur Irma dalam edukasi modal kemarin (11/9).

Khusus instrumen investasi di pasar modal, selain menjawab kebutuhan , juga dijaga keamanannya. “Secara statistik, rata-rata tingkat imbal hasil investasi di pasar saham dan produk turunannya masih yang tertinggi dibandingkan produk investasi lainnya,” ucap Irma. (gen/c11/agm/jpnn)

Loading...