Respon Optimisme RAPBN 2017, Rupiah Menguat 5 Poin di Tutup Dagang

Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo mengenai RAPBN 2017 yang menunjukkan optimisme dan apresiasi ternyata mampu mendorong laju mata uang Garuda untuk kembali bertahan di zona hijau. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, rupiah menutup perdagangan hari ini (16/8) dengan menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.085 per dolar AS.

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan 5 poin atau 0,04% ke Rp13.085 per dolar AS. Namun, spot berbalik terdepresiasi 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.095 per dolar pada jeda siang. Mata uang Garuda kembali bergerak ke zona hijau dengan menguat tipis 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.083 per dolar AS pasca-pidato Presiden Joko Widodo.

Siang tadi, Presiden Joko Widodo dalam pembacaan Nota dan RAPBN 2017 di hadapan parlemen menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,3% atau naik tipis ketimbang estimasi APBN Perubahan 2016 sebesar 5,2%. Menurut Presiden, prospek global diperkirakan membaik dan asumsi laju produk domestik bruto (PDB) tersebut telah memperhitungkan seluruh dinamika dan tantangan yang dihadapi.

Sementara untuk inflasi, pemerintah akan mematok 4%, jauh lebih rendah dari asumsi tahun ini 0,7% yang ditopang perbaikan konektivitas yang bisa menciptakan efisiensi logistik nasional sehingga mendorong stabilitas harga barang. “Pemerintah juga menyediakan dana cadangan untuk menjaga ketahanan pangan serta stabilitas harga,” papar Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, menuturkan bahwa pemberitaan penurunan harga gas untuk memberikan multiplier effect yang pada nasional, sehingga berimbas baik bagi rupiah. “Fundamental ekonomi Indonesia yang membaik mampu menjadi katalis tersendiri bagi mata uang Garuda,” kata Reza.

Loading...