Reshuffle Kabinet Dongkrak Rupiah 38 Poin di Akhir Perdagangan

kabinet yang diumumkan pada Rabu (27/7) siang turut mendongkrak terhadap AS. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup perdagangan dengan 38 poin atau 0,29% ke level Rp13.137 per dolar AS.

Gerak penguatan rupiah sudah terjadi sejak pagi hari dengan dibuka 15 poin atau 0,11% di posisi Rp13.160 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali menguat 49 poin atau 0,37% ke Rp13.126 pada pukul 11.07 WIB didukung sentimen reshuffle kabinet. Bahkan, penguatan yang dibukukan rupiah merupakan yang tertajam dibandingkan mata uang lainnya.

Menurut Ketua DPR, Ade Komarudin, reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo mendapat respon positif dari pasar serta masyarakat luas. “Nilai rupiah terhadap dolar AS menguat, IHSG juga bagus. Berarti, langkah presiden mendapat sambutan positif dari pasar,” katanya.

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, sebelumnya juga mengatakan bahwa perombakan jajaran kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo bisa mengangkat kembali optimisme pasar terhadap kinerja ke depan. “Selanjutnya, gerak rupiah akan menunggu respon pasar terhadap hasil FOMC meeting yang akan dirilis Kamis (28/7) pagi,” papar Rangga.

Presiden Joko Widodo melakukan pergeseran posisi beberapa menteri dan ketua lembaga serta memasukkan nama-nama baru untuk memperkuat kabinetnya. Salah satu yang menjadi tajuk utama adalah kembalinya Sri Mulyani Indrawati untuk mengisi jabatan Menteri Keuangan serta menggeser Luhut Panjaitan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Loading...