Rendah Kolesterol, Harga Kalkun Potong Dibanderol Lebih Mahal dari Ayam

Daging Ayam Kalkun - kumparan.comDaging Ayam Kalkun - kumparan.com

Jenis unggas untuk konsumsi ada bermacam-macam, mulai dari bebek, , hingga kalkun. Dibandingkan , tingkat konsumsi kalkun atau yang juga dikenal dengan sebutan turkey memang tidak terlalu tinggi. Padahal kalkun memiliki sederet kelebihan dibandingkan biasa. Misalnya saja ukuran kalkun yang lebih besar, dagingnya yang bertekstur lebih lembut, hingga kalkun yang lebih tinggi dibandingkan biasa ketika diternakkan.

Meski tidak begitu , ternyata kalkun cukup tinggi. peternak kalkun di Indonesia sendiri memang tidak sebanyak peternak ayam potong atau ayam petelur. Sejak mengawali bisnisnya, Iwan Suryolaksono, peternak kalkun di Ciwaruga, Bandung, Jawa Barat mengaku kewalahan memenuhi permintaan . Padahal Iwan hanya mengandalkan website untuk mempromosikan ternak kalkunnya.

“Padahal saya hanya memakai website gratis sebagai media dan itu pun sangat banyak yang menghubungi saya,” ujar Iwan, seperti dilansir Jitunews. Dalam setahun, menurutnya permintaan kalkun tertinggi ada di 3 bulan terakhir penghujung tahun, yakni antara bulan Oktober, November, dan Desember. Pada bulan-bulan tersebut, permintaan kalkun bisa meningkat sampai 2 kali lipat.

Menurut Iwan, konsumen utama daging kalkun adalah kalangan ekspatriat yang biasanya ingin membeli kalkun untuk perayaan Natal atau kadang konsumsi sehari-hari. Ada pula beberapa resto, catering, dan penghobi yang ingin mengoleksi kalkun hasil ternak Iwan. Adapun harga ayam kalkun potong atau karkas beku utuh biasanya relatif stabil, yakni berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribuan per kilogram (kg).

Sedangkan ayam kalkun hidup harga jualnya lebih mahal lagi, tergantung usianya. Jika memasuki usia siap potong yakni sekitar 12 bulan dengan bobot jumbo, harganya bisa mencapai Rp 380-400 ribuan per ekor. “Daging turkey lebih juicy dari daging ayam, terutama di bagian paha,” ucap Albert Wijaya, owner sekaligus executive chef Ersons Food.

Di samping itu, tekstur daging bagian dada kalkun lebih lembut daripada daging dada ayam. Kemudian kalkun juga kulitnya tipis, tidak memiliki kandungan lemak di bagian bawahnya. “Turkey ini lebih rendah kolesterol daripada ayam dan daging lainnya, tetapi masaknya harus lebih hati-hati jangan sampai overcooked,” papar Albert.

Loading...