Rencana Trump Naikkan Tarif Impor Barang China Bikin Rupiah Keok Lagi

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

Jakarta Garuda mengawali perdagangan pagi hari ini, Jumat (3/8) dengan pelemahan sebesar 18 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp 14.496 per AS. Sebelumnya, Kamis (2/8), nilai tukar berakhir melemah 38 poin atau 0,26 persen ke level Rp 14.478 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 14.442 hingga Rp 14.458 per dolar AS.

Sementara itu, kurs dolar AS melanjutkan penguatannya terhadap sekeranjang mata uang utama. Di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS yang mengukur gerak dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,64 persen menjadi 95,159 lantaran para pelaku kini tengah mencerna pernyataan terbaru .

Pada Rabu (1/8) The Fed memutuskan untuk menahan kisaran target suku bunga acuannya, Federal Fund Rate (FFR) di angka 1,75 hingga 2,00 persen usai melakukan pertemuan kebijakan selama 2 hari. The Fed melaporkan bahwa pasar dan kegiatan Amerika Serikat terus meningkat pada level yang kuat sejak pertemuan bank sentral bulan Juni 2018 lalu.

Dari sektor ekonomi, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (2/8) bahwa klaim pengangguran awal, pelacak pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS mencapai angka 218.000 pada pekan yang berakhir 28 Juli, naik 1.000 dari tingkat yang tak direvisi pekan sebelumnya. Rata-rata pergerakan 4 minggu sebesar 214.500, turun 3.500 dari rata-rata yang tak direvisi pekan sebelumnya sebesar 218.000.

Hingga kini tekanan yang dialami oleh rupiah menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede masih berasal dari hasil pertemuan FOMC. “Meski suku bunga ditahan sesuai ekspektasi, pasar mengantisipasi probabilitas The Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih tinggi pada September nanti,” ungkap Josua, seperti dilansir Kontan.

Di sisi lain analis Valbury Futures Lukman Leong mengungkapkan bahwa rupiah pun didera sentimen negatif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana menaikkan impor sebesar 25 persen terhadap USD 200 miliar asal China. Oleh sebab itu, hari ini kurs rupiah diprediksi akan kembali melanjutkan pelemahannya.

Loading...