Rencana Penambahan Layer, Tarif PPh Pasal 17 Saat Ini Mulai 5 Persen

pajak penghasilan - pusat.baznas.go.id

Pada tahun 2016 lalu, melemparkan wacana untuk menambah layer dan mengubah bracket pengenaan penghasilan pada wajib orang pribadi. Nantinya, skema progresivitas yang ada dalam penghasilan (PPh) akan diperbaiki, selain itu perubahan pengelompokannya secara umum akan menjadi lebih ringan.

“Layer paling atas saat ini Rp500 juta, nantinya di atas Rp500 juta,” jelas Keuangan, Bambang Brodjonegoro, kala itu. “Jika layer di atas diubah, di bawah juga akan diubah.”

Meski demikian, Bambang masih enggan menjabarkan lebih rinci terkait rencana revisi tersebut. “Semua rencana ini akan dieksekusi ketika revisi Undang-Undang PPh,” sambung mantan Dekan Ekonomi ini.

Menurut yang beredar, nantinya akan ada tambahan dua layer baru dengan 10 persen dan 20 persen, sehingga selisih antar layer sama. Saat ini, dalam pasal 17 Undang-Undang PPh disebutkan ada empat layer penghasilan kena pajak dengan besaran 5 persen, 15 persen, 25 persen, dan 30 persen.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, menilai memang sebaiknya ada perubahan layer tarif dan bracket untuk menunjukkan prinsip ability to pay. “Dalam jangka pendek memang penerimaan akan turun, tetapi kalau agregat WP bertambah jumlahnya, akan naik alamiah. Apalagi, kenaikan gaji kelas menengah terus continue,” ujarnya.

Berikut tarif PPh pasal 17, baik untuk wajib pajak orang pribadi maupun badan usaha.

Wajib PajakLapisan Penghasilan Kena PajakTarif PPh
Orang PribadiSampai Rp50.000.0005 persen
Di atas Rp50.000.000 – Rp250.000.00015 persen
Di atas Rp250.000.000 – Rp500.000.00025 persen
Di atas Rp500.000.00030 persen
Banda Dalam Negeri dan Badan Usaha Tetap28 persen
Loading...