Rencana Kenaikan Fed Rate Lemahkan Rupiah di Awal Dagang

Jakarta mengawali perdagangan pagi hari ini, Kamis (13/10) dengan pelemahan 0,11% atau 14 poin ke Rp 13.032 per AS. Sebelumnya, berakhir menguat 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp 13.018 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.008 hingga Rp 13.045 per dolar AS.

Para pelaku pasar masih menanti hasil pertemuan Bank Sentral bulan September yang akan dilaporkan pada Kamis dini hari terkait acuan AS tahun ini.

“Rupiah masih melihat kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Desember. Sejauh ini rupiah masih di sekitar 13.000. Sepertinya pasar tidak terlalu takut,” papar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, Rabu (12/10).

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengungkapkan jika indeks dolar AS masih bertahan menguat usai rilis meeting yang mempertegas rencana kenaikan Fed Rate dalam waktu dekat.

Sementara itu pelemahan yen karena rencana untuk meluncurkan stimulus tambahan juga turut mendorong penguatan dolar AS. Ditambah lagi, harga minyak kembali walau secara umum masih lebih tinggi daripada bulan lalu. Pagi ini fokus pasar beralih ke data perdagangan Tiongkok yang dapat memberi petunjuk terkait perkiraan data kuartal III/2016 pekan depan.

“Indeks dolar AS yang menguat serta minyak yang melemah hingga dini hari tadi berpeluang menjaga tekanan pelemahan ke rupiah walaupun beberapa kabar dari domestik bisa memberikan peluang apresiasi,” papar Rangga.

Loading...