Reli Terhenti, Rupiah Dibuka Melemah 79 Poin di Selasa Pagi

Rupiah - www.teropongbisnis.comRupiah - www.teropongbisnis.com

JAKARTA – Setelah menguat selama beberapa sesi, harus berbalik melemah pada awal Selasa (4/12) ini. Seperti disampaikan Index, mata uang Garuda membuka transaksi dengan terdepresiasi 79 poin atau 0,55% ke level Rp14.323 per AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat 58 poin atau 0,41% di posisi Rp14.244 per AS pada tutup dagang Senin (3/12) kemarin.

“Penguatan yang dialami rupiah pada perdagangan kemarin didorong hasil pertemuan Presiden AS, , dan Presiden , Xi Jinping,” ujar analis uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, dilansir Kontan. “Isu perang dagang yang mereda mengindikasikan bahwa keuangan global akan stabil dan beberapa waktu ke depan, yang berimbas pada penguatan mata uang emerging market.”

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, menambahkan bahwa data Indonesia di bulan November yang berada di level 0,27% juga turut membantu penguatan rupiah. Karena itu, dirinya optimistis bahwa mata uang domestik masih berpotensi bergerak naik pada perdagangan hari ini, dengan kisaran Rp14.150 hingga Rp14.300 per .

Namun, menurut CNBC Indonesia, rupiah diperkirakan akan bergerak lebih rendah sepanjang perdagangan Selasa ini. Hal tersebut sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu. Dalam pasar NDF pagi ini, kurs dolar AS diperdagangkan di level Rp14.325 pada pukul 07.24 WIB.

Dari pasar global, sentimen juga bisa datang dari penguatan minyak mentah dunia, yang ditopang perpanjangan kerja sama antara pemerintah Arab Saudi dengan Rusia, meredanya tensi dagang AS-China, dan langkah pemangkasan suplai di Kanada. minyak WTI kontrak Januari 2019 melonjak sekitar 4%, atau terbesar dalam lebih dari lima bulan, sedangkan minyak Brent pengiriman Februari 2019 naik 3,8% dan berakhir di level 61,69 dolar AS per barel.

Loading...