Reli Harga Minyak Diharapkan Dongkrak Kurs Rupiah

Pada perdagangan Rabu (11/5) ini, diharapkan mampu mempertahankan penguatan yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Reli harga minyak serta laporan cadangan devisa yang cukup positif bakal menjadi faktor pendorong bagi Garuda.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka menguat 12 poin atau 0,09% ke 13.274 per AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali 21 poin atau 0,16% ke posisi Rp13.265 per dolar AS pada pukul 08.18 WIB.

“Sebenarnya, laju kurs tengah rupiah masih cenderung berada di zona merah seiring belum adanya sentimen positif yang signifikan untuk mengimbangi sentimen yang cenderung negatif,” papar Kepala NH Securities Indonesia, . “Namun, imbas penguatan harga minyak mentah dunia diharapkan mampu menekan dolar AS sehingga rupiah berbalik menguat.”

Pagi ini, harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak Juni memang melanjutkan penguatan 0,07% ke 44,69 dolar AS per barel pada pukul 06.49 WIB. Sebelumnya, WTI ditutup menguat 2,81% ke 44,66 per dolar AS pada perdagangan Selasa (10/5).

“Namun jika tidak, pelaku tetap harus mewaspadai sentimen yang ada,” sambung Reza. “Rupiah hari ini akan bergerak di level support Rp13.343 per dolar AS dan resisten Rp13.329 per dolar AS.”

Sementara, Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, menilai bahwa rupiah berpotensi menguat usai laporan cadangan devisa yang diumumkan Bank Indonesia cukup positif. Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa April 2016 di 107,7 miliar dolar AS, lebih tinggi daripada bulan sebelumnya yang senilai 107,5 miliar dolar AS.

“Saat domestik kuat dan China sesuai ekspektasi pasar (tetap di 2,3%), membuat rupiah menguat berbarengan dengan sejumlah mata uang Asia,” papar David. “Rupiah hari ini akan bergerak di Rp13.250 hingga Rp13.350 per dolar AS.”

Loading...