Reli Dolar Tertahan, Rupiah Perkasa di Akhir Dagang

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

Koreksi tipis yang dialami indeks AS mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh untuk melenggang mulus di zona hijau sepanjang Selasa (22/5) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda menyudahi transaksi dengan penguatan sebesar 48 poin atau 0,34% ke level Rp14.142 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus ditutup melemah 34 poin atau 0,24% di posisi Rp14.190 per dolar AS pada akhir dagang Senin (21/5) kemarin. Kemudian, mata uang NKRI mampu rebound dengan dibuka menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.165 per dolar AS pada Selasa pagi. Sepanjang transaksi hari ini, spot sanggup mempertahankan posisi di area hijau hingga tutup dagang.

Sementara itu, siang tadi Bank mematok kurs tengah berada di level Rp14.178 per dolar AS, terdepresiasi tipis 2 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.176 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,66% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , reli indeks dolar AS terhenti sejenak pada hari Selasa, setelah sebelumnya terus menguat karena didukung kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS dan meredanya tensi perdagangan AS dengan China. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,091 poin atau 0,1% ke posisi 93,556 pada pukul 10.15 WIB, setelah sebelumnya ditutup di zona hijau.

Seperti diberitakan Reuters, lonjakan dolar AS pada hari Senin menandai kenaikan 5,4% dalam waktu sekitar sebulan. Dalam sebulan terakhir, daya tarik greenback memang telah meningkat, didukung oleh data Paman Sam yang solid, yang akhirnya mendukung kebijakan pengetatan moneter The Fed, serta meningkatnya imbal hasil obligasi AS.

“Imbal hasil Treasury AS yang turun dari level tertinggi dalam tujuh tahun pada pekan lalu kemungkinan mendorong untuk melakukan profit taking taruhan dollar bullish mereka,” kata kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura, Stephen Innes. “ sudah bersiap sejak lama. Jadi, pada akhirnya mereka akan melakukan profit taking.”

Loading...