Mulai Dilirik Milenial, Reksadana Mandiri Investa Atraktif Syariah Dinilai Prospektif

Ilustrasi: investasi keuanganIlustrasi: investasi keuangan

Memiliki simpanan dana jangka panjang atau melakukan investasi kini sudah tak terbatas pada produk seperti deposito di bank atau saja. Banyak kalangan milenial yang saat ini juga mulai melirik investasi , terlebih karena ada banyak reksa dana yang prospektif. Untuk jenis reksa dana syariah misalnya, Mandiri Investa Atraktif Syariah (MITRAS) disebut-sebut memiliki tingkat pertumbuhan yang positif.

Mandiri Investa Atraktif Syariah (MITRAS) diklaim memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi jangka panjang yang menarik melalui investasi pada Efek Syariah Bersifat Ekuitas yang sesuai dengan syariah Islam. Menurut di situs resmi Mandiri Investasi, Nilai Aktiva Bersih (NAB) MITRAS per tanggal 7 Januari 2021 mencapai Rp1.102,81 per unit dengan return 1,98%.

Reksadana Mandiri Investa Atraktif Syariah memiliki fitur kebijakan investasi saham syariah 80-98% dengan minimum / kembali sebesar Rp50.000, pembelian maksimal 1%, penjualan maks. 1% (≤ 1 tahun) atau 0% (> 1 tahun), pengalihan maks. 1%, metode evaluasi harian, dan bank kustodian-nya Deutsche Bank AG Cabang Jakarta.

Reksa dana satu ini cocok untuk investasi jangka panjang, sekitar lebih dari 5 tahun dengan toleransi risiko tinggi. Agen penjual yang melayani pembelian reksadana Mandiri Investa Atraktif Syariah antara lain Bank Mandiri, Mandiri Sekuritas, Mandiri Syariah, ANZ, CIMB Niaga, Commonwealth Bank, HSBC, Permata Bank, DBS, hingga Standard Chartered.

Sebelumnya, Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengaku optimis jika reksa dana akan menjadi primadona investasi ke depannya. “Industri reksa dana masih akan terus berkembang melihat tren pertumbuhan jumlah investor baru yang semakin meningkat dan bertambah meleknya terhadap produk-produk reksa dana, terutama pada kalangan milenial,” kata Jemmy, seperti dilansir Detik.

Selain itu, modal dikenal sebagai salah satu leading economic indicator sehingga pergerakan modal cenderung akan mengikuti perubahan pandangan dan ekspektasi pada pertumbuhan ekonomi dan bisnis ke depannya. Jemmy juga menambahkan, pertumbuhan NAB (Nilai Aktiva Bersih) reksa dana seperti uang dan pendapatan tetap masih tinggi. “Dalam kondisi saat ini investor cenderung beralih ke reksa dana dengan profil risiko yang konservatif,” ucapnya.

Loading...