Referendum Italia Picu Pelemahan Rupiah di Awal Pekan

Sentimen diprediksi bisa menjadi pengganjal pergerakan pada sesi dagang awal pekan (5/12) ini. Seperti diwartakan Bloomberg Index, membuka perdagangan hari ini dengan melemah 35 poin atau 0,26% ke Rp13.547 per dolar AS. Kemudian, pukul 08.31 WIB, spot berbalik , namun tipis, 2 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.510 per dolar AS.

“Meningkatnya ketidakpastian di Italia memicu penguatan dolar AS, sehingga tren positif rupiah bisa tertahan,” ungkap Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Padahal, sebelumnya, indeks dolar AS sempat melemah usai tingkat pengangguran yang diumumkan turun pada Jumat (2/12) malam kemarin.”

Paman Sam memang menguat signifikan pada perdagangan hari ini dengan dibuka naik 0,57% ke level 101,34. Kemudian, pada pukul 06.19 WIB, the greenback kembali menguat 0,8% ke 101,58. Penguatan dolar AS terjadi usai Italia, Matteo Rinzi, mengaku kalah dalam referendum konstitusi bangsa yang digelar Minggu (4/12) kemarin.

Referendum Italia memang kembali memberikan kejutan pasar usai Inggris memilih keluar dari pada beberapa waktu lalu. Jajak pendapat menunjukkan, sekitar 59% orang Italia memilih menentang rencana Matteo Renzi untuk mengendalikan kekuatan senat Italia. “Selanjutnya, fokus akan tertuju pada pertemuan (ECB) pada minggu ini,” sambung Rangga.

Sementara itu, Research & Analyst Monex Investindo Futures Putu, Agus Pransuamitra, menambahkan bahwa rupiah berpeluang melemah pada awal pekan ini menyusul data penyerapan swasta AS di bulan November yang positif di angka 178.000, lebih baik dari prediksi ekonom. “Kala data non-farm payroll bagus, dolar AS akan kembali menguat,” ujar Agus.

Loading...