Referendum Italia: Hal Penting yang Perlu Diketahui

ROMA – Italia melaksanakan referendum pada Minggu (4/12) kemarin untuk melakukan perubahan . Hasilnya memang cenderung memiliki konsekuensi besar bagi Italia dan juga Benua Eropa. Namun, ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui mengenai referendum di Negeri Pizza ini.

Referendum Italia diusulkan untuk mengganti 315 anggota parlemen dan lima senator seumur hidup dengan 100 nominasi. Hal tersebut bertujuan untuk mentransfer beberapa kekuatan yang saat ini dipegang oleh otoritas lokal dan regional untuk pemerintah pusat, serta menghapuskan beberapa kebijakan pemerintah.

Pemerintah Italia sendiri mengatakan reformasi akan mengakhiri kebuntuan di parlemen dan membuatnya lebih mudah untuk meluluskan rencana undang-undang yang sulit. Sementara, reformasi di daerah penting dilakukan untuk menghilangkan hambatan bagi -proyek infrastruktur skala besar.

Dalam referendum ini, ada dua kubu besar yang sedang “bertanding”, yaitu kubu Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi dan pendukungnya melawan partai oposisi utama yang dipimpin Silvio Berlusconi dan Northern League. Kubu Matteo Renzi sebagian besar merupakan para pemimpin bisnis.

Jika referendum ini menghasilkan Renzi sebagai pemenang, maka ia akan tetap berkuasa yang kemungkinan akan meningkatkan kewenangannya. Dia bisa melanjutkan rencana untuk mereformasi pendidikan, hukum, dan juga sistem . Pemerintah Italia juga akan menikmati kekuasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara, jika referendum menunjukkan hasil sebaliknya, Renzi mengatakan bahwa dirinya akan mengundurkan diri. Sebagian pengamat berharap partainya membentuk pemerintahan baru tanpa dia, mungkin menunjuk Menteri Keuangan, Per Carlo Padoan, sebagai perdana menteri. Gejolak juga kemungkinan bakal terjadi, termasuk kenaikan biaya atau .

umum sendiri kemungkinan tidak bisa dilakukan pada awal tahun 2017 mendatang. Pasalnya, parlemen sedang merevisi undang-undang baru, yang harus selesai terlebih dahulu. Sementara itu, kebanyakan berpendapat bahwa gerakan populis dan anti-, Five Star Movement, tidak bisa memenangkan berikutnya.

 

 

Loading...