Rebranding, Pelni Tawarkan Paket Kapal Pesiar untuk Wisatawan

Kapal Pesiar Indonesia - www.viva.co.idKapal Pesiar Indonesia - www.viva.co.id

MAKASSAR – Dibandingkan pesawat terbang, kapal laut di Indonesia cenderung kurang diminati, terutama oleh , karena stigma yang mengatakan bahwa kapal adalah pembawa kelas pekerja. Untuk menghapus reputasi tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melakukan rebranding, salah satunya menawarkan mirip kapal pesiar yang menyasar turis.

Seperti dilansir Nikkei, Pelni bisa dikatakan sebagai salah satu operator kapal laut penumpang jarak jauh yang terakhir di dunia. Sebanyak 28 kapal induk perusahaan masih saling melintasi seluruh kepulauan Indonesia, yang menghubungkan hampir seratus pelabuhan di Tanah Air. Salah satu rute terpanjang Pelni berangkat dari ibukota Jakarta menuju Jayapura di Papua, yang menempuh jarak 4.390 km dan menghabiskan waktu seminggu.

Sebelum tahun 2000-an, Pelni yang dioperasikan pemerintah mampu menampung 8 juta penumpang per tahun. Angkutan ini menjadi transportasi yang sangat penting selama pemerintahan Presiden Soeharto untuk program transmigrasi di tahun 1980-an hingga 1990-an. Program ini menggunakan kapal laut untuk memindahkan penduduk dari daerah yang padat (Jawa) ke pulau-pulau terpencil lainnya, yang diharapkan bisa memberikan masyarakat kesempatan hidup yang lebih baik.

Namun, pada 2013, jumlah penumpang Pelni diperkirakan turun menjadi hanya 3 juta per tahun. Pada tahun 2014, perusahaan ini sempat didukung subsidi pemerintah sebesar 80 juta dolar AS. Sayangnya, meski baru-baru ini maskapai penerbangan di Indonesia naik, Pelni hanya mampu menghasilkan keuntungan 500.000 dolar AS, menjaga statusnya sebagai pengangkut ‘orang biasa’.

Harga tiket kapal Pelni hanya setengah dan sepertiga lebih rendah dari udara yang melayani rute yang sama. Kapal ini menawarkan Wi-Fi, yang disediakan operator Telkomsel. Selain itu, tersedia juga ruang bioskop kecil, dapur yang menyajikan tiga makanan gratis setiap hari, dan sebuah kafetaria sederhana. Kapal terbesar juga memiliki ruang karaoke, yang umumnya penuh dengan koleksi musik dangdut, salah satu genre musik paling populer di Indonesia.

Akhir-akhir ini, Pelni telah mencoba melepaskan reputasinya sebagai pembawa kelas pekerja dengan rebranding sebagai operator kapal pesiar bagi wisatawan. Diluncurkan pada tahun 2016, program ‘Ship Xperience: New Way to Explore Wonderful Indonesia’ menargetkan wisatawan lokal dengan menawarkan kapal pesiar yang terjangkau ke beberapa perairan Nusantara. Paket tiga hari dua malam itu meliputi makan, akomodasi kabin, tur pulau, dan kegiatan seperti hiking dan snorkeling, dengan harga antara Rp1,4 juta hingga Rp3,7 juta.

yang kami tawarkan mirip dengan kapal pesiar ‘live-aboard’. Kapal Pelni memiliki fasilitas penuh, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir,” tutur sekretaris perusahaan Pelni, Didik Dwi Prasetio, kepada Tribun News beberapa waktu lalu. “Kami sudah menyediakan shower air panas, menu makanan yang bervariasi, dan tentu saja, soket listrik agar wisatawan tetap dapat terhubung dengan dunia luar melalui akses internet di perangkat mobile mereka.”

Loading...