Rebound, Rupiah Melesat 28 Poin di Awal Perdagangan Hari Ini

Rupiah - www.tribunnews.comRupiah - www.tribunnews.com

Jakarta dibuka menguat 28 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 14.517 per dolar AS di awal hari ini, Rabu (25/7). Sebelumnya, Selasa (24/7), mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 63 poin atau 0,43 persen ke level Rp 14.545 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 14.546 hingga Rp 14.548 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang lainnya. Pada Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS melemah tipis sebesar 0,01 persen menjadi 94,618 di akhir perdagangan lantaran para investor masih mencerna terbaru Amerika Serikat.

Dilansir Xinhua, indeks HIS Markit Flash AS yang disesuaikan secara musiman berada di level 55,9 pada Juli 2018, turun dari 56,2 pada Juni 2018 dan pembacaan terendah selama 3 bulan. Walau begitu, indeks tetap jauh di atas ambang batas tanpa perubahan 50,0 dan mengisyaratkan adanya ekspansi kuat lainnya dari hasil sektor swasta secara keseluruhan. Kemudian Federal Housing Finance Agency melaporkan, harga rumah Amerika Serikat naik sebesar 0,2 persen pada Mei 2018 dibandingkan bulan sebelumnya, gagal memenuhi konsensus untuk kenaikan sebesar 0,4 persen.

Menurut analis Monex Investindo Futures Faisyal, pelemahan rupiah kemarin bukan dipicu karena penguatan dolar AS. Pasalnya indeks dolar AS justru sedang bergerak turun. “Pelemahan rupiah dipicu sentimen risk aversion. Terlihat dari mata uang yen dan harga emas yang menguat,” kata Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Investor dinilai sedang menghindari aset berisiko seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran. Terlebih karena perang dagang antara AS dengan beberapa negara juga masih membuat pasar khawatir. Sementara itu, dari sisi pun menurut Faisyal masih belum ada sentimen yang mampu memberi kekuatan pada rupiah. Ketidakpastian pasar menjelang pengumuman calon presiden dan wakil presiden justru memberi tekanan pada rupiah.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, rupiah turut melemah terkena dampak oleh yuan karena belum lama ini People Bank of China (PBoC) menyatakan bakal melakukan pelonggoran stimulus. Hal itu mengakibatkan yuan melemah terhadap USD. “Respons pelemahan yuan berdampak signifikan pada mata uang Asia, termasuk rupiah,” ujarnya.

Loading...