Rebound, Rupiah Diprediksi Masih Akan Terpengaruh Sentimen Internal & Eksternal

Rupiah - mediaindonesia.comRupiah - mediaindonesia.com

Jakarta bergerak menguat sebesar 18 poin atau 0,12 persen ke level Rp 14.507 per AS di perdagangan pagi hari ini, Kamis (23/5). Sebelumnya, bergerak rebound dengan penguatan 0,12 persen atau 17 poin ke posisi Rp 14.508 per dolar AS. Kemarin, Rabu (22/5), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 45 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp 14.525 per USD.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS terpantau turun 0,02 persen menjadi 98,0403 lantaran para pelaku masih mencermati risalah baru yang dirilis oleh bank sentral Amerika Serikat, .

Pada Rabu merilis risalah pertemuan kebijakan moneter terbarunya. “Dengan pendekatan saat ini dan kesabaran untuk menentukan penyesuaian ke depan, maka kisaran target tingkat dana federal kemungkinan akan tetap sama,” demikian bunyi The Fed seperti dilansir Xinhua melalui iNews.

Rupiah sendiri sejak kemarin melemah karena adanya kerusuhan yang terjadi pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil pilpres. Unjuk rasa yang terus berlangsung hingga saat ini diperkirakan akan membebani nilai tukar rupiah.

Menurut Analis PT Varbury Asia Futures Lukman Leong, untuk sementara ini rupiah diprediksi akan cenderung melemah setidaknya hingga akhir kuartal II 2019. Setelah memasuki kuartal III rupiah diperkirakan dapat membaik karena musim pembagian dividen akan berakhir.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, ke depannya katalis positif akan berdatangan sebab masih ada kemungkinan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China selesai pada tahun ini. “Jika benar, ekonomi China bakal membaik dan rupiah terangkat,” jelas Josua, seperti dilansir Kontan.

Kemudian Ekonom Maybank Luthfi Ridho memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat rebound setelah Lebaran kelak. “Setelah lebaran impor minyak berkurang buat permintaan dollar AS melunak, akhirnya rupiah kuat,” papar Luthfi. Lebih lanjut Luthfi menerangkan, hingga akhir tahun fluktuasi minyak masih akan mempengaruhi rupiah.

Loading...