Rebound di Awal Dagang, Hari Ini Rupiah Diprediksi Bakal Menguat

Rupiah - www.businesstimes.com.sgRupiah - www.businesstimes.com.sg

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (12/12) dengan penguatan sebesar 0,19 persen atau 27,5 poin ke posisi Rp 14.580 per AS. Sebelumnya, Selasa (11/12), Garuda berakhir terdepresiasi 55 poin atau 0,37 persen ke level Rp 14.608 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik lantaran posisi pound sterling yang melemah akibat kekacauan .

Seperti dilansir Xinhua, Rabu (12/12), Perdana Menteri Inggris Theresa May bertemu dengan para pemimpin Eropa untuk mendukung pengadilan perubahan kesepakatan Brexit usai ia memutuskan menunda pemilihan parlemen pada kesepakatan Brexit yang sebelumnya dijadwalkan pada Selasa.

Sayangnya pihak Uni Eropa menutup kemungkinan untuk bernegosiasi kembali terkait kesepakatan Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa. Kesepakatan Brexit yang telah disusun tersebut akan kembali dibawa ke parlemen Inggris untuk pemungutan suara sebelum 21 Januari 2019. Kabinet dijadwalkan akan bertemu pada Rabu sore untuk membahas kesiapan tanpa penanganan.

Langkah ini semakin meningkatkan kekhawatiran investor dan membuat pound sterling terperosok ke level terendah sejak April 2017. Menurut para analis, akan sulit memperkirakan seperti apa gerak sterling di masa depan. Pasalnya kini posisi sterling sangat tergantung pada hasil diskusi May dengan Brussels dan seperti apa reaksi parlemen Inggris nantinya.

Di sisi lain, rupiah kemarin sempat melemah karena terdampak oleh kekhawatiran terhadap pelemahan , terutama isu resesi di Amerika Serikat. “Selain itu, hubungan AS dan China kembali memanas. Ini juga membuat cemas,” kata ekonom Bank Central Asia David Sumual, seperti dilansir Kontan.

Meski demikian, Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra memperkirakan jika rupiah hari ini berpeluang untuk rebound apabila data producer price index (PPI) Amerika Serikat bulan November 2018 lalu mengalami penurunan. “Rupiah bisa bergerak di kisaran Rp 14.545-Rp 14.660 per dollar AS,” ungkap Putu.

Loading...