Rebound 21 Poin di Pembukaan, Rupiah Terdorong Optimisme PDB

BOE-bank of england

Akhir pekan ini (5/8), berpeluang membalikkan keadaan usai melempem dalam beberapa hari terakhir. Optimisme terhadap angka pertumbuhan domestik bruto () kuartal II 2016 yang akan dirilis hari ini serta stimulus dan penguatan dunia diyakini mampu menjaga sentimen mata uang Garuda.

Menurut Bloomberg Index, rupiah mengawali hari ini dengan penguatan sebesar 21 poin atau 0,16% di posisi Rp13.122 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.19 WIB, mata uang Garuda kembali melaju dengan 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.119 per dolar AS.

“Hari ini fokus pasar akan tertuju pada rilis angka pertumbuhan PDB kuartal II 2016 yang diperkirakan membaik ke 4,97% YoY dari 4,92% YoY,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Angka tersebut diperkirakan cukup baik menjangkar reli di pasar keuangan belakangan ini.”

Karena itu, ditambahkan Rangga, mata uang Garuda berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. “Selain itu, kembalinya euforia likuiditas adalah keputusan Bank of England yang memangkas suku bunga acuan serta menaikkan pembelian aset pada malam tadi,” sambung Rangga.

“Imbal hasil global yang turun cukup drastis hingga dini hari tadi memang membuat indeks dolar AS bisa menekan kurs pasar negara berkembang dalam jangka pendek,” lanjutnya. “Tetapi, aliran dana asing yang berangsur masuk akan meminta apresiasi terhadap dolar.”

Senada, Analis Treasury BNI, Resti Afiadinie, juga mengatakan bahwa data pertumbuhan ekonomi serta akan menjadi sentimen utama penggerak rupiah di akhir pekan. “Rupiah hari ini berpeluang menguat di rentang Rp13.100 hingga Rp13.150 per dolar AS,” katanya.

Loading...