Ratakan Gigi, Biaya Pasang Behel di Dokter Gigi Relatif Mahal

Behel Gigi - www.harianpost.co.idBehel Gigi - www.harianpost.co.id

Beberapa tahun terakhir, pemasangan behel atau kawat gigi memang telah menjadi tren. Tidak hanya bertujuan untuk membuat gigi menjadi lebih rata, pemasangan behel ini juga sering digunakan untuk bergaya. Namun, untuk memasang kawat gigi ini, Anda disarankan melakukannya di gigi , meski biayanya sendiri tergolong cukup .

“Yang punya kewenangan untuk memasang kawat gigi ini adalah dokter gigi,” tandas drg. Diono Susilo dari Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam acara konferensi pers Indonesia Dental Exhibition & Conference 2017 beberapa waktu lalu. “Kalau bukan dokter gigi yang memasang, hasil yang diperoleh bukan , melainkan gigi menjadi berantakan dan fungsinya akan menjadi rusak.”

Ia menambahkan bahwa dengan pemasangan behel yang salah, bisa mengakibatkan gerakan pengunyahan yang salah, dan mengarah ke masalah kesehatan, terutama kesehatan gizi. Di samping itu, juga membahayakan pertumbuhan gigi geraham, terutama bagi mereka yang dipasang behel sebelum masa pertumbuhannya. “Nanti tumbuhnya bukan ke bawah, tetapi ke samping,” sambungnya.

“Sementara, untuk tukang gigi, mereka hanya dilegalkan untuk membuat gigi tiruan lepasan,” tegas drg. Diono. “Mereka tidak diizinkan untuk melakukan pencabutan gigi, menanam gigi, apalagi memasang bracket. Karena, pemasangan kawat gigi ini harus ada perhitungannya, mulai dari usia, gigi, sampai dengan perhitungan pertumbuhan tulang.”

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang lebih memilih memasang behel di tukang gigi dibandingkan ke dokter gigi. Pasalnya, yang dipatok dokter gigi resmi untuk pemasangan kawat gigi ini memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan di tukang gigi. Jika tukang gigi mematok mulai Rp1,5 juta sampai Rp3 juta, maka pasang behel di dokter gigi bisa mencapai belasan juta .

“Saya harus merogoh kocek hingga Rp16 juta ke gigi ketika melakukan dan pemasangan behel pada gigi anak saya karena ada masalah pada konstruksi giginya,” cerita Syamsudin, seorang pengusaha makanan di Banjarmasin, seperti dikutip dari Tribunnews. “Uang sebanyak itu hanya untuk pemasangan awal behel, belum termasuk biaya dan lain-lain.”

Loading...