Jelang Rapat The Fed, Rupiah Berakhir Stagnan

Rupiah - news.okezone.comRupiah - news.okezone.com

JAKARTA – Setelah sepanjang hari berkutat di zona merah, akhirnya menutup perdagangan Selasa (27/4) di posisi yang sama seperti sebelumnya, ketika of Japan memutuskan untuk menahan acuan, sedangkan bersikap wait and see jelang rapat . Menurut Bloomberg Index pada pukul 14.55 WIB, Garuda berakhir di level Rp14.485 per dolar AS.

Pada rapat yang berakhir pagi tadi, Bank of Japan (BOJ), seperti prediksi, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek di -0.1% dan untuk imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun sekitar 0%. Selain itu, BOJ memangkas perkiraan inflasi konsumen tahun fiskal ini menjadi 0,1% dan memperingatkan risiko yang masih ada terhadap prospek ekonomi karena pandemi Covid-19.

Sementara itu, dolar AS, walaupun naik, masih melayang dekat posisi terendah multi-pekan terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Selasa, terbebani imbal hasil Treasury yang lemah karena investor bersikap wait and see menjelang rapat kebijakan Federal Reserve. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,140 poin atau 0,15% ke level 90,947 pada pukul 11.19 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan pada pertemuan Federal Reserve yang berlangsung hari ini waktu setempat, tetapi akan memperhatikan komentar dari Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang kemungkinan besar akan menghadapi pertanyaan apakah akan mengurangi pelonggaran moneter. Namun, sebagian besar analis pesimistis dia melakukan pembicaraan seperti itu, yang mungkin dapat menekan imbal hasil Treasury dan dolar AS.

Di belahan dunia yang lain, Jerman terpaksa memberlakukan kembali kebijakan lockdown karena serangan virus corona. Jerman kemungkinan akan memperpanjang karantina wilayah hingga akhir Mei 2021 mendatang karena jumlah pasien baru virus corona dalam 14 hari terakhir di tersebut mencapai rata-rata penambahan 20.558 orang per hari.

Selain Jerman, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan juga memutuskan untuk melakukan kebijakan lockdown skala nasional di Turki mulai Kamis (29/4) waktu setempat hingga 17 Mei 2021. Per 26 April 2021, WHO melaporkan jumlah pasien positif corona di Negeri Kebab sebanyak 4.629.969 orang atau bertambah 38.553 orang dari hari sebelumnya.

Loading...