Rapat FOMC Dimulai, Rupiah Dibuka Melemah 12 Poin

rupiah - www.suarainvestor.comrupiah - www.suarainvestor.com

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Rabu (21/3), dengan pelemahan sebesar 12 poin atau 0,09 persen ke level Rp 13.760 per . Kemarin, Selasa (20/3), Garuda berakhir terapresiasi 17 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp 13.748 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran Rp 13.745 hingga Rp 13.790 per .

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, kurs dolar naik 0,66 persen menjadi 90,358 seiring dengan dimulainya pertemuan kebijakan moneter AS.

The Fed dijadwalkan mengumumkan hasil pertemuan mereka terkait kenaikan pada Rabu waktu setempat atau Kamis (22/3) pagi WIB. Berdasarkan alat FedWatch CME Group, para pelaku pasar yang mengharapkan kenaikan pada Maret 2018 mencapai 94,4 persen.

Para analis sebagian besar memprediksi jika The Fed akan menaikkan suku bunga acuan Serikat sebesar 25 basis poin (bps). Mereka juga mencari petunjuk terkait apakah pihak bank sentral akan bertahan pada rencana awal mereka yang hendak menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali sepanjang tahun 2018 ini atau apakah The Fed akan memperketat kebijakan moneternya.

pun tengah mencermati perkiraan kuartalan baru dari para pejabat The Fed yang akan dilaporkan pada Rabu pukul 02.00 waktu setempat (19.00 GMT), dan juga konferensi pers pertama dari Jerome Powell setelah dilantik sebagai Gubernur The Fed yang baru.

Gerak rupiah sendiri diprediksi cenderung terbatas di tengah pertemuan Federal Open Market Committee (). Pada perdagangan Rabu (21/3) ini, Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan jika rupiah akan bergerak terbatas karena para pelaku pasar cenderung bergerak hati-hati dalam berinvestasi, terutama menjelang diselenggarakannya meeting. “Mereka masih menanti apakah The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sampai empat kali atau tidak,” kata Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Loading...