Rangsang Motorik Halus, Ini Camilan Sehat Untuk Bayi 9 Bulan

Camilan Sehat Untuk Bayi 9 BulanCamilan Sehat Untuk Bayi 9 Bulan

Camilan atau makanan selingan ternyata tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa, namun juga diperlukan bagi yang telah berusia sembilan bulan. Pasalnya, usia di atas delapan bulan menjadi pintu gerbang bagi untuk melatih kemandirian, salah satunya berlatih self-feeding, dan camilan dibutuhkan untuk merangsang motorik halus pada bayi.

“Camilan bagi bayi berusia di atas delapan bulan dapat menjadi sarana melatih self-feeding skill, yang dapat melatih kemandirian anak sejak usia dini,” ujar Novita Tandry, seorang anak. “Dengan begitu, memberikan camilan merupakan salah satu cara agar tetap dapat memenuhi rasa keingintahuan si kecil dengan cara aman, , dan sesuai dengan tahapan usianya.”

Senada, Margareta Komalasari, SpA, seorang spesialis anak, menuturkan bahwa memasuki akhir usia tujuh bulan, bayi mulai mengoordinasikan gerak motorik halus seperti menjimpit, dan camilan anak bisa merangsang kemampuan motorik halusnya. “Meski demikian, camilan hanya sebatas sebagai selingan saja dan tidak bisa menggantikan posisi makanan utama bayi, yaitu ASI,” katanya.

“Asupan camilan ini tidak boleh lebih dari 30 persen. Artinya, 70 persen asupan makanan bayi tetap berasal dari ASI,” sambung Margareta. “Meski cuma 30 persen, bukan berarti makanan selingan tidak harus mengandung zat bergizi. Ibu juga harus memerhatikan kandungan gizi camilan untuk bayi.”

Secara terperinci, makanan selingan harus mengandung makronutrien, yakni karbohidrat, protein, dan , yang akan menyumbang pemenuhan nutrisi energi harian. Kemudian, camilan juga wajib memiliki kandungan mikronutrien berupa zat besi dan yang berfungsi dalam mengoptimalkan tumbuh kembang dan kecerdasan bayi.

Kandungan gizi tersebut dapat mudah ditemukan dalam sayuran dan buah-buahan. Sementara, jika ibu ingin memberikan makanan selingan siap saji, sebaiknya tetap memerhatikan unsur gizi tersebut. Di samping itu, ibu juga harus memerhatikan kode makanan yang tercantum pada kemasan sesuai dengan usia bayi.

“Selain itu, perhatikan juga dan teksur camilan yang akan diberikan pada bayi. camilan yang dikonsumsi bayi tidak boleh lebih kecil dari jari tangan karena takut tersedak bila dimakan,” tambah Margareta. “Tekstur makanan selingan untuk bayi juga biasanya lebih lembut dan mudah lumer di mulut dalam hitungan detik untuk menghindari tersedak dan batuk pada bayi.”

Loading...