Ramai Dikunjungi, Berapa Tiket Masuk Pantai Tanjung Pakis?

biaya Tiket Masuk Pantai Tanjung Pakis

KARAWANG – Tanjung Pakis yang terletak di Kabupaten Karawang telah menjadi salah satu destinasi favorit ketika musim . Namun, untuk bisa berwisata ke ini, para harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Mereka yang membawa kendaraan sepeda motor diwajibkan membayar sebesar Rp25.000 per kendaraan.

“Pantai yang satu ini benar-benar dilindungi dan sangat dijaga kebersihannya, karena merupakan salah satu potensi terbaik yang bisa kamu temukan di kawasan Karawang,” tulis Narisha Zulkarnain dalam sebuah blog tentang . “Untuk bisa sampai ke Pantai Tanjung Pakis di Karawang ini juga tidak terlalu sulit.”

Narisha menuturkan, ada beberapa alternatif yang bisa dicoba untuk bisa sampai ke Pantai Tanjung Pakis. Pertama, wisatawan bisa melalui Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, bagi mereka yang memulai dari Cibitung. Sementara, alternatif kedua adalah menggunakan jalan underpass yang bisa dilalui sebelum memasuki Tol Karawang Barat.

“Setelah sampai di Muara Gerbong, kamu masih harus menggunakan rakit dan meminta masyarakat untuk membantu menyeberang ke Pantai Tanjung Pakis Karawang dengan biaya sekitar Rp2.000,” sambung Narisha. “Sementara, untuk masuk, kamu perlu membayar biaya Rp25.000 untuk parkir sepeda motor dan bisa bermain sepuasnya di pantai ini.”

Sayangnya, meski telah sering dikunjungi wisatawan, namun infrastruktur di sekitar pantai ini belum terlalu memuaskan. Walau sudah ada fasilitas seperti toilet, warung, musala, dan tempat parkir, tetapi kondisi jalan menuju Pantai Tanjung Pakis bisa dikatakan rusak berat. Jalan masuk ke pantai tersebut sebagian besar belum diaspal, dan hanya berupa batu dan lumpur.

“Penjaga tiket di loket masuk juga bukan dikelola pemerintah, melainkan lebih banyak preman,” ulas Dedi Supriadi, seperti dilansir dari Pikiran Rakyat. “Pantai yang banyak pengunjungnya itu juga semakin tidak terawat, kotor sekali. Padahal, dulu tempat itu tertata rapi. Sekarang, wisatawan tidak bisa memandang laut dengan lepas karena berjajar ratusan pedagang kaki lima yang menghalangi pemandangan.”

Loading...