Raih Penghargaan di Indonesia Best Brand Award 2017, Ini Harga Biskuit Hatari per Dus

Harga, Hatari, per, dus, isi, 36, pcs, produk, PT Asia Sakti Wahid Foods Manufacture, ASW Foods, biskuit, Hatari See Hong Puff, kudapan, cemilan, makanan, merek, perusahaan, faktor, kualitas, halal, MUI, pertumbuhan, ekspor, malkist, kelapa, marie, konsumen, di, pasar, penjualanSajian biskuit malkist di atas piring

Biskuit menjadi salah satu yang banyak dinikmati saat santai bersama keluarga. Bagi Anda yang gemar mengonsumsi biskuit renyah, tentu sudah tidak asing lagi dengan merek Hatari. Hatari juga kerap dijadikan sebagai khas Lebaran yang harus ada untuk disajikan kepada para saudara dan kerabat. Hatari See Hong Puff biasa dengan harga Rp157 ribu per dus isi 36pcs.

Biskuit Hatari sendiri diproduksi oleh PT Asia Sakti Wahid Foods Manufacture (ASW Foods). Mungkin tidak banyak orang yang familiar dengan nama ASW Foods, namun kinerja makanan yang berasal dari Medan, Sumatera Utara itu patut diacungi jempol. Pasalnya, salah satu produknya, biskuit malkist Hatari See Hong Puff sukses menyalip merek pesaing dari raksasa biskuit kenamaan, yakni malkist Khong Guan, dan Gery dari Garuda Food dalam ajang Best Brand Award 2017.

Sekadar informasi, selain Hatari untuk kategori biskuit, ASW Foods pun mengembangkan merek lain di berbagai kategori lainnya. Seperti Apilo untuk wafer, Delux untuk kategori kukis, ATB untuk biskuit marie, dan Ole-Ole untuk aneka biskuit (assorted) yang biasanya laris manis saat menjelang lebaran. “Namun tetap, Hatari yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan ASW Foods,” kata Budi Kusuma, Direktur Pengembangan Bisnis ASW Foods, menyebut merek yang telah eksis sejak awal perusahaannya berdiri 40 tahun silam itu.

Adapun malkist kelapa Hatari, menurut Budi, merupakan perintis di segmen malkist kelapa. Latar pemikirannya, buah kelapa banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Itu sebabnya, ASW Foods yakin, varian malkist kelapa akan dapat menangguk sukses. Berkat dari situ, ASW Foods pun mantap merilis Hatari See Hong Puff Kelapa dua tahun silam. “Kami mengeluarkan ini karena kami yakin masyarakat Indonesia banyak yang menggemari kelapa,” jelas Budi ketika diwawancara Majalah SWA.

ASW Foods pun tak tanggung-tanggung dalam mempopulerkan produk anyarnya itu. Kampanye iklan getor dilancarkan di berbagai media lini atas dan bawah dengan tetap konsisten mengusung identitas produk yang kemasannya didominasi warna hijau pekat tersebut. “Kami melakukan campaign di semua media, ATL dan BTL, secara inline dengan produk dan warna produk sehingga masyarakat sangat mudah untuk mengenali identitas dari produk tersebut,” jelas Budi.

Harga, Hatari, per, dus, isi, 36, pcs, produk, PT Asia Sakti Wahid Foods Manufacture, ASW Foods, biskuit, Hatari See Hong Puff, kudapan, cemilan, makanan, merek, perusahaan, faktor, kualitas, halal, MUI, pertumbuhan, ekspor, malkist, kelapa, marie, konsumen, di, pasar, penjualan

Kemasan biskuit malkist Hatari See Hong Puff (sumber: Bukalapak)

Ditambah lagi, di setiap aktivitas lini bawah ASW Foods kerap membagikan sampel produk agar masyarakat cepat mengakrabi rasa Hatari See Hong Puff Kelapa. Selain itu, masyarakat pun diyakinkan oleh kualitas produk dan perusahaan ASW Foods yang telah menyandang berbagai sertifikasi kehalalan, keamanan dan kualitas. Di antaranya sertifikat Bintang 2 dari Badan POM, Sertifikat Halal MUI, sertifikat SNI, ISO 9001, ISO 22000 dan HACCP.

Budi memaparkan, faktor kualitas adalah elemen yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selain itu, harga yang terjangkau diklaim Budi menjadi faktor pemikat konsumen. Terakhir, ketersediaan produk di pun harus terjamin.

Untuk menyebarkan produk Hatari See Hong Puff Kelapa ke Indonesia, ASW Foods menggunakan sistem multi distributor. Saat ini ASW Foods sudah memiliki jaringan distribusi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Menurut Budi, sistem multi distributor selain menghemat cost, keberadaan produk di pasar bisa lebih cepat dan terjamin keberadaannya. “Jadi produk bagus, kemasan bagus, kualitas bagus, dan harus mudah didapatkan konsumen. Setelah itu, baru tim marketing yang bekerja untuk lebih memperkenalkan produk ke konsumen,” jelasnya.

Selain berhasil menyukseskan produk malkist kelapa, sebagai perusahaan ASW Foods pun mampu bertahan sepanjang empat dekade dan bahkan terus berekspansi meski kondisi bisnis saat ini telah memasuki era disrupsi. Produk ASW Foods pun telah diekspor ke hampir 25 negara di dunia, antara lain ke negara-negara Arab, Asia dan Australia. Selain itu, kinerja penjualan pun terus bertumbuh saban tahun. “Bisnis ASW Foods mengalami pertumbuhan sekitar 11% dari 2015-2016,” ungkap Budi yang enggan memaparkan rinciannya.

Loading...