Raih Kesepakatan Rp1,08 Triliun, Mitra Adiperkasa Perluas Jaringan Starbucks

PT Mitra Adiperkasa, franchisee asal yang memimpin merek termasuk Starbucks dan Zara, mengatakan akan memperluas ekspansi setelah mencapai kesepakatan senilai 80 juta AS (Rp1,08 triliun) dengan asal AS, General Atlantic. Dengan dana itu, mereka bisa membuka 50 hingga 60 gerai Starbucks dalam setahun, naik hampir dua kali lipat dibandingkan target sebelumnya.

General Atlantic telah membeli obligasi yang dikeluarkan PT Mitra Adiperkasa yang kemudian dikonversi menjadi saham anak perusahaan makanan dan minuman, MAP Boga Adiperkasa. Mitra akan menggunakan dua pertiga dari dana tersebut untuk melunasi pinjaman dan mengalokasikan sekitar Rp350 miliar yang tersisa untuk memperluas jejak Starbucks-nya.

“Starbucks masih memiliki banyak potensi di Indonesia dan terus menarik pelanggan di pusat perbelanjaan di Jakarta dan sekitarnya,” kata Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa, Fetty Kwartati. “Starbucks dapat diterima di banyak tempat, termasuk gedung perkantoran, , stasiun kereta api, rest area, serta rumah sakit dan kampus.”

Ditambahkan Fetty, pihaknya juga selalu memantau perkembangan merek mereka. “Saat ini, kami sedang memantau untuk rasionalisasi merek. Jika kami tidak melihat omzet dari suatu merek sekitar satu atau dua tahun ke depan, kami harus menghentikannya,” sambungnya.

Mitra sendiri sangat selektif dalam menambahkan merek baru. Per November 2016, perusahaan ini telah memiliki lebih dari 1.900 outlet di 68 kota di Indonesia untuk merek-merek internasional seperti Burger King, Domino Pizza, Converse, Marks & Spencer, Topshop, Topman, Nautica dan Swarovski. “Kami telah menghentikan lebih dari 10 merek dalam beberapa tahun terakhir,” kata Fetty.

Meski demikian, pendapatan Mitra masih menunjukkan peningkatan 9 persen pada tahun ini menjadi Rp10,3 triliun dalam periode sembilan bulan yang berakhir 30 September. Sementara, laba bersih meningkat empat kali lipat menjadi sekitar Rp120 miliar, sekaligus kentungan ketiga beruntun sejak tahun 2013 lalu.

Sementara itu, Kepala General Atlantic di Tenggara, Wai Hoong Fock, mengatakan pihaknya optimistis pada prospek Indonesia. “Kami pikir, konsumen Indonesia tetap sangat kuat dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap merek internasional,” katanya.

Loading...