Rabu Sore, Rupiah Tetap Merah Seiring Kurs Asia

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

tetap bergulir di area merah pada perdagangan Rabu (24/7) sore, seiring dengan mayoritas mata uang Asia, ketika mulai memburu aset berisiko di tengah harapan selesainya perang dagang AS-China. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.997 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan berada di posisi Rp14.011 per dolar AS, terdepresiasi 38 poin atau 0,27% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.973 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia pun tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,23% menghampiri rupiah.

Dari , indeks dolar AS mencoba bertahan di dekat level tertinggi lima minggu, didukung kenaikan imbal hasil Treasury AS lantaran penghindaran aset berisiko mulai mereda seiring dengan beberapa kemajuan dalam negosiasi dagang AS-China. Mata uang Paman Sam 0,490 poin atau 0,05% ke level 97,754 pada pukul 15.48 WIB.

Diberitakan Reuters, sebuah laporan mengatakan bahwa perwakilan dagang AS, Robert Lighthizer, akan melakukan perjalanan ke Shanghai pada minggu depan untuk pertemuan dengan para pejabat China. Pertemuan ini ditengarai untuk menuntaskan kesepakatan guna mengakhiri pergulatan perdagangan yang telah lama terjadi antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

“Ada ketegangan geopolitik di Iran, dan kita juga tetap sangat berhati-hati dan skeptis tentang negosiasi perdagangan (AS-China) yang diperkirakan akan dimulai Senin depan, karena banyak hal yang masih belum terpecahkan antara kedua negara,” papar analis pasar di CMC Markets, Margaret Yang Yan. “Di sisi lain, reli indeks dolar AS berdampak negatif pada emas.”

Saat ini, fokus investor terutama pada pertemuan beberapa bank sentral dunia. European Central Bank (ECB) akan memulai pertemuan kebijakan mereka pada hari Kamis (25/7) waktu setempat, yang kemungkinan setidaknya menawarkan kelonggaran kebijakan. Sementara, Federal Reserve dijadwalkan akan menggelar rapat pada minggu depan, yang diprediksi menurunkan suku bunga acuan.

“Jika The Fed melakukan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada minggu depan, saya tidak berpikir harga emas akan terasa lebih kuat karena telah diprediksi,” ujar ekonom OCBC Bank, Howie Lee. “Tetapi, jika bank sentral AS mengejutkan pasar dengan pemotongan suku bunga 50 basis poin, itu mungkin mendorong harga emas ke level 1.450 dolar AS.”

Loading...