Rabu Sore, Rupiah Terus Menguat Jelang Risalah The Fed

Rupiah - www.kabarin.coRupiah - www.kabarin.co

mampu memanfaatkan pelemahan yang dialami indeks dolar AS jelang rilis risalah untuk terus bergerak menguat sepanjang Rabu (4/7) ini. Menurut Index pukul 15.20 WIB, Garuda terpantau mengalami penguatan sebesar 34 poin atau 0,24% menuju level Rp14.363 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah 7 poin atau 0,05% di posisi Rp14.397 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (3/7) kemarin. Pagi tadi, mata uang NKRI mampu bangkit dengan dibuka menguat 47 poin atau 0,33% ke level Rp14.350 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis bergerak cukup nyaman di area hijau.

Dari , indeks dolar AS bergerak lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, seiring libur berkaitan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Amerika. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,058 poin atau 0,06% menuju level 94,533 pada pukul 10.56 WIB, setelah sebelumnya sudah ditutup turun 0,28 poin atau 0,3% di posisi 94,591.

Di sisi lain, seperti dilaporkan The Wall Street Journal, yuan China melonjak versus , melanjutkan pemulihan yang dimulai pada Selasa sore, setelah pimpinan bank sentral China berjanji untuk menjaga nilai tukar mata uang tersebut agar tetap stabil. Yuan menguat 0,7% terhadap dolar AS sesaat setelah perdagangan dimulai di China daratan, lalu lanjut naik 0,4% pada Rabu siang WIB.

Gubernur People’s Bank of China, Yi Gang, kemarin mengatakan bahwa bank sentral akan memantau fluktuasi terbaru di pasar mata uang secara ketat dan akan menggunakan ‘cukup’ alat moneter untuk menjaga stabilitas yuan. Sebelumnya, mata uang Negeri Panda telah jatuh 3,4% terhadap dolar AS sepanjang bulan Juni, menandai satu bulan terburuk dalam sejarah.

Fokus saat ini beralih pada rilis risalah pertemuan bulan Juni yang akan diumumkan pada Kamis (5/7) pagi WIB. Para investor akan melihat lebih cermat untuk mengkaji apakah bank sentral AS berada di jalur untuk dua kenaikan suku bunga lagi pada sisa tahun 2018 ini. Sementara, di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang-barang manufaktur pada Mei meningkat 0,4% menjadi 498,2 miliar dolar AS, menurut Departemen Perdagangan AS.

Loading...