Rabu Sore, Rupiah Perkasa Jelang Putusan The Fed

Rupiah - radarsukabumi.comRupiah - radarsukabumi.com

JAKARTA – Rupiah terus melaju kencang pada perdagangan Rabu (19/12) sore ketika indeks relatif bergerak lebih rendah menjelang keputusan rapat kebijakan . Menurut Index pada pukul 15.57 WIB, rupiah terpantau menguat 62 poin atau 0,43% menuju level Rp14.439 per dolar .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.380 per dolar AS, melonjak 143 poin atau 0,98% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.523 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas Asia mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,90% menghampiri rupiah, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,47%.

Dari global, indeks dolar AS terus bergerak lebih rendah pada hari Rabu, di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju pengetatan moneter mereka setelah pertemuan yang akan berakhir pada Kamis (20/12) pagi WIB. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,257 poin atau 0,26% ke level 96,847 pada pukul 11.16 WIB, setelah kemarin hanya ditutup menguat 0,004 poin.

Seperti diberitakan Reuters, spekulasi mengenai kebijakan The Fed dan kekhawatiran pertumbuhan global telah mengirim imbal hasil Treasury AS turun, yang memberikan tekanan lebih lanjut terhadap greenback. Antisipasi tampak jelas di pasar global karena mereka menunggu keputusan The Fed di kemudian hari, terutama terkait dengan panduan kebijakan untuk tahun 2019 mendatang.

Pada rapat kebijakan tengah minggu ini, bank sentral AS memang diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis poin, atau keempat kalinya sepanjang tahun 2018. Namun, menurut perangkat FedWatch CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga di bulan Desember hanya 69%, turun dari sekitar 75% pada pekan lalu.

Meski proyeksi median dari bank sentral AS pada bulan September menunjukkan tiga kenaikan lagi pada tahun 2019, pasar memprediksi hanya ada satu kenaikan suku bunga untuk tahun depan. Komentar Gubernur The Fed, Jerome Powell, pada akhir November bahwa suku bunga utama di bawah netral, telah mendorong ekspektasi bahwa The Fed mendekati jeda untuk pengetatan moneter.

“Kami pikir, The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2019 mendatang. Fungsi reaksi Federal Reserve akan sangat bergantung pada tahun depan,” papar kepala perdagangan APAC di OANDA, Stephen Innes. “Meski demikian, ada cukup banyak alasan bagi pembelian dolar AS untuk tetap berhati-hati.”

Loading...