Rabu Sore, Rupiah Naik Tipis Seiring Meredanya Tensi Dagang AS-China

Rupiah - okezone.comRupiah - okezone.com

berhasil mengakhiri perdagangan Rabu (8/8) ini di area hijau, setelah indeks AS terus mengalami koreksi imbas tensi dagang AS dan China yang mulai mereda. Menurut Index pukul 15.12 WIB, NKRI terpantau mengalami penguatan tipis sebesar 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.439 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup menguat 36 poin atau 0,25% di posisi Rp14.442 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (7/8) kemarin. Pagi tadi, mata uang Garuda bergerak stagnan ketika membuka pasar. Setelah itu, spot bergerak cukup fluktuatif, sebelumnya akhirnya menutup di zona positif.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.439 per dolar AS, melonjak 46 poin atau 0,31% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.485 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,45% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama, ketika kekhawatiran mengenai tensi perdagangan yang memanas makin memudar. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,173 poin atau 0,18% ke level 95,013 pada pukul 11.18 WIB, setelah kemarin sudah berakhir drop 0,172 poin atau 0,18%.

Dilansir Reuters, greenback menyentuh level yang lebih rendah bahkan setelah US Trade Representative mengatakan bahwa setempat akan mulai mengenakan tarif sebesar 25% terhadap impor asal China senilai 16 miliar dolar AS pada akhir bulan ini. Ini adalah langkah terbaru oleh AS untuk asal China, setelah sebelumnya mengenakan tarif 25% pada senilai 34 miliar dolar AS bulan Juli lalu.

“Reaksi pasar terhadap berita utama tentang perang perdagangan antara AS dan China memudar,” tutur kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Jika ada tanda-tanda yang jelas dari perlambatan ekonomi AS karena tarif yang dikenakan pada bulan Juli, pasar akan mulai memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih lambat atau tidak ada sama sekali.”

Loading...