Rabu Sore, Rupiah Menghijau Jelang Putusan The Fed

Rupiah - viva.co.idRupiah - viva.co.id

JAKARTA – berhasil menjaga tren positif pada perdagangan Rabu (20/3) sore menjelang keputusan rapat , meski greenback juga mampu bergerak naik menyusul tensi dagang terbaru AS-China. Menurut laporan Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat 43 poin atau 0,30% ke level Rp14.190 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.231 per AS, melemah tipis 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.228 per AS. Di saat yang bersamaan, mata uang variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,18% dialami rupiah, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,22% menghampiri rupee India.

Dari pasar global, indeks dolar AS cenderung menghijau terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Rabu, menyusul ketegangan terbaru dalam negosiasi dagang antara AS dengan China, meski pertemuan The Fed membatasi kenaikan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,075 poin atau 0,08% ke level 96,458 pada pukul 12.52 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, laporan terbaru menyebutkan ada ketegangan baru dalam negosiasi perdagangan antara AS dengan China. Sejumlah pejabat pemerintah AS khawatir bahwa China bereaksi negatif atas permintaan AS dalam perundingan dagang. Tensi tersebut lantas mendukung pembelian aset safe haven seperti dolar AS.

“Apa yang telah disesuaikan dari pasar global adalah gagasan bahwa kita akan melihat resolusi negatif untuk pembicaraan perdagangan,” ujar kepala penelitian di pialang valuta asing Pepperstone di Melbourne, Chris Weston. “Hal terakhir yang perlu kita lihat sekarang adalah peningkatan ketegangan yang menunjukkan ada kemungkinan tinggi bahwa AS akan menetapkan tarif 25% pada impor asal China senilai 200 miliar dolar AS.”

Saat ini, fokus pasar tertuju pada rapat kebijakan The Fed untuk melihat apakah bank sentral tersebut akan menegaskan komitmen mereka untuk bersikap ‘sabar’. Federal Reserve sendiri dijadwalkan mengumumkan hasil pertemuan mereka pada pukul 18.00 GMT dan diperkirakan masih akan mempertahankan acuan mereka.

Loading...