Rabu Sore, Rupiah Melaju Jelang Putusan The Fed

Rupiah - poskotanews.comRupiah - poskotanews.com

tak terbendung untuk terus melaju di zona hijau pada Rabu (19/6) sore, ketika pasar sedang menantikan hasil rapat kebijakan yang mungkin masih akan mempertahankan kebijakan moneter mereka. Menurut data Index pada pukul 15.24 WIB, mata Garuda menguat 56 poin atau 0,39% ke level Rp14.270 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.271 per dolar AS, melonjak 63 poin atau 0,44% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.334 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,71% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak cukup labil pada hari Rabu, di tengah fokus yang sedang menantikan hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini waktu setempat. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,017 poin atau 0,02% ke level 97,627 pada pukul 13.54 WIB setelah kemarin ditutup menguat.

Dilansir Reuters, fokus pedagang saat ini memang tertuju pada apakah dolar AS mampu mempertahankan kekuatannya setelah pertemuan The Fed rampung Kamis (20/6) pagi WIB. Meski The Fed diantisipasi masih akan mempertahankan kebijakan moneter pada rapat kali ini, tetapi pintu untuk penurunan suku bunga dalam pertemuan berikutnya di bulan Juli masih cukup terbuka.

“Sebagian besar pasar telah memperhitungkan penurunan suku bunga pada Juli. Kecuali ada kejutan dovish yang signifikan pada FOMC meeting, sulit membayangkan dolar AS menghadapi tekanan penurunan,” papar General Manager di Gaitame.Com Research Institute, Takuya Kanda. “Namun, akan ada banyak hal yang dicerna dalam FOMC kali ini, seperti pandangan Fed tentang ekonomi dan komentar Gubernur Jerome Powell.”

Di sisi lain, prospek perundingan perdagangan antara AS dan China membuat pasar dihinggapi sedikit rasa optimisme mengenai penyelesaian konflik antara dua ekonomi terbesar di dunia. Presiden AS, Donald Trump, melalui akun Twitter pribadinya, menuturkan bahwa dirinya dan Presiden China, Xi Jinping, telah setuju untuk memulai negosiasi.

Loading...