Rabu Sore, Rupiah Berbalik Naik Saat Dolar Diburu

Rupiah kembali melemah setelah data nonfarm payroll AS yang dilaporkan Jumat kemarin menunjukkan grafik peningkatan - www.businesstimes.com.sg

Rupiah ternyata mampu membalikkan posisi ke zona hijau pada perdagangan Rabu (15/8) sore ketika indeks AS justru kembali diburu sebagai aset safe haven, seiring dengan kejatuhan yang lagi-lagi melanda lira Turki. Menurut Index pukul 15.35 WIB, mata uang Garuda terpantau naik tipis 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.577 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir menguat 24 poin atau 0,16% di posisi Rp14.584 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (14/8) kemarin. Namun, pagi tadi mata uang NKRI harus berbalik melemah 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.608 per dolar AS ketika membuka . Setelah tertekan di zona merah hampir sepanjang , spot mampu bangkit di detik-detik akhir.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, setelah permintaan aset safe haven kembali meningkat seiring kekhawatiran mengenai exposure bank-bank Eropa ke Turki. Mata uang Paman Sam terpantau naik 0,102 poin atau 0,11% ke level 96,883 pada pukul 11.05 WIB, atau posisi tertinggi sejak 13 bulan terakhir.

“Mengingat semua gejolak yang telah kita lihat di Turki dan efek ke pasar negara berkembang lainnya, dolar AS banyak diburu sebagai mata uang safe haven,” tutur manajer Tokyo di State Street Bank, Bart Wakabayashi, dilansir Reuters. “Dolar AS adalah aset safe haven yang tinggi, dan jika Anda ingin ‘memarkir’ uang Anda ketika ada gejolak, menjadi mata uang .”

Di sisi lain, mata uang Turki, lira, kembali tergelincir setelah sempat rebound lebih dari 8% dalam transaksi semalam. Mata uang itu secara singkat diperdagangkan sekitar 3% lebih lemah pada level 6,58 terhadap greenback. Sebelumnya, lira telah kehilangan lebih dari dua perlima nilainya terhadap dolar AS sepanjang tahun ini, imbas seruan untuk suku bunga lebih rendah dan pertikaian dengan AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok tengah berada di posisi Rp14.621 per dolar AS, menguat tipis 4 poin atau 0,03% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.652 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,48% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...