Rabu Sore, Rupiah Berbalik Menguat Saat Dolar Positif

Rupiah - fajar.co.idRupiah - fajar.co.id

JAKARTA – Rupiah ternyata mampu membalikkan posisi ke area hijau pada perdagangan Rabu (17/12) sore, ketika greenback masih melanjutkan penguatan seiring pelemahan pound sterling karena tertekan risiko hard . Menurut laporan Index pada pukul 15.53 WIB, Garuda menguat 9 poin atau 0,06% ke level Rp13.988 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.007 per dolar AS, menguat 11 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.018 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang cenderung melemah di hadapan greenback, dengan penurunan terdalam sebesar 0,14% dialami yuan onshore China.

Dari , indeks dolar AS melanjutkan penguatan pada hari Rabu, ketika pound sterling harus melemah tertekan risiko hard Brexit setelah kemenangan Partai Konservatif pada pemilu Inggris beberapa waktu lalu. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,073 poin atau 0,08% ke level 97,295 pada pukul 15.45 WIB, setelah kemarin sudah berakhir .

Dilansir Reuters, dolar AS naik moderat pada hari Selasa, terangkat oleh penurunan yang dialami pound sterling, setelah Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikabarkan akan mengambil langkah tegas dalam pembuatan undang-undang demi mencegah perpanjangan masa transisi perpisahan Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tidak melampaui tahun 2020.

Pada hari Selasa (17/12) waktu setempat, Inggris menetapkan tenggat waktu yang pada Desember 2020 untuk mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Uni Eropa, berusaha menekan Brussels untuk bergerak lebih cepat untuk menandatangani kesepakatan. Johnson akan menggunakan kontrolnya atas parlemen untuk melarang segala perpanjangan masa transisi Brexit setelah tahun 2020.

“Dari langkah strategis, orang dapat berargumen bahwa ini adalah langkah cerdas oleh Johnson, memaksa Uni Eropa untuk datang ke meja dan mendorong perjanjian pada tahun 2020 tanpa opsi menendang kaleng lagi,” ujar ahli valuta asing senior di National Australia Bank, Rodrigo Catril. “Langkah ini menggambarkan jalur pound sterling tahun 2020 tampaknya akan berubah-ubah, Brexit yang sulit tidak dapat dikesampingkan, tetapi kemungkinan resolusi Brexit positif juga meningkat.”

Loading...