Rabu Sore, Rupiah Berbalik Melemah Jelang Libur Nyepi

Rupiah - globalaktual.comRupiah - globalaktual.com

Setelah dibuka dengan penguatan, ternyata harus berbalik melemah pada Rabu (6/2) sore, menyusul kenaikan yang dialami karena AS terbaru yang lebih baik dari perkiraan. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp14.143 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.129 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.146 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,33% menghampiri ringgit Malaysia.

Dari , indeks dolar AS masih bergerak lebih tinggi terhadap rekan-rekannya pada hari Rabu, didukung dengan data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,049 poin atau 0,05% ke level 96,915 pada pukul 14.13 WIB, setelah kemarin sudah berakhir naik 0,184 poin atau 0,19%.

Seperti diberitakan Reuters, pada hari Selasa (5/3) waktu setempat, rilis data industri jasa dan penjualan rumah bari di AS secara tidak terduga menunjukkan hasil yang kuat, membantu mengurangi sedikit kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi AS. Penjualan rumah keluarga tunggal naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan pada Desember 2018. Data lain menunjukkan rebound dalam pertumbuhan sektor jasa besar pada bulan Februari kemarin di tengah lonjakan pesanan baru.

Di belahan dunia yang lain, kurs euro turun ke level 1,1297 terhadap greenback, melayang di dekat posisi terendah dalam dua pekan, di tengah perkiraan bahwa pertemuan European Central Bank pada Kamis (7/3) akan menunjukkan penundaan kenaikan suku bunga. ECB pun dikabarkan segera meluncurkan kembali pinjaman jangka panjang untuk mengatasi perlambatan ekonomi.

“Pasar benar-benar berpasangan kembali pandangannya tentang kenaikan suku bunga ECB di masa depan, yang wajar mengingat tren negatif dalam aliran data,” kata kepala penelitian di pialang valuta asing Pepperstone, Chris Weston, yang berbasis di Melbourne. “Sementara, kita tahu bahwa (Gubernur ECB) Mario Draghi adalah penguasa yang menekan volatilitas dan mempromosikan euro yang lebih lemah.”

Loading...